Rumeen Farhana Menang sebagai Calon Independen dengan Simbol BebekCEFR A1
10 Mar 2026
Diadaptasi dari Abhimanyu Bandyopadhyay, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Bornil Amin, Unsplash
- Rumeen Farhana adalah pengacara dan politikus Bangladesh.
- Ia pernah aktif lama dalam satu partai politik.
- Partainya menolak mencalonkannya pada pemilu terakhir.
- Ia maju sebagai calon independen di daerahnya.
- Simbol resmi pencalonannya adalah seekor bebek.
- Ia mengadakan jumpa pers dengan bebek hidup.
- Media sosial lalu memanggilnya 'Ibu Bebek'.
- Kampanye lapangan fokus pada kunjungan pintu ke pintu.
- Ia melaporkan pelecehan yang berulang secara daring dan luring.
- Ia memenangkan kursi parlemen dengan dukungan pemilih banyak.
Kata-kata sulit
- pengacara — orang yang bekerja membantu hukum klien
- politikus — orang yang bekerja di dunia politik
- mencalonkan — mengajukan seseorang atau diri sendiri jadi calonmencalonkannya
- independen — berjalan sendiri tanpa partai politik
- simbol — gambaran atau tanda untuk mewakili sesuatu
- pelecehan — perlakuan buruk atau hina kepada seseorang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat kampanye pintu ke pintu?
- Simbol kampanye apa yang kamu suka?
- Pernahkah kamu melihat seseorang dipanggil nama lucu di media sosial?
Artikel terkait
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.