Sebuah studi baru menemukan bahwa fertilitas rendah di Amerika Serikat ikut mendorong penyempitan kesenjangan upah antara pria dan wanita. Peneliti memperkirakan sekitar 8% dari penyempitan itu terkait dengan berkurangnya jumlah anak pada perempuan.
Studi ini memakai data nasional besar tentang ukuran keluarga dan pendapatan dari waktu ke waktu. Para penulis mencatat bahwa rata-rata anak per pekerja menurun sejak 1980-an, dan pendapatan perempuan naik relatif terhadap laki-laki.
Penelitian menjelaskan bahwa menjadi ibu sering membuat perempuan keluar kerja atau bekerja paruh waktu, sementara menunda atau tidak memiliki anak memberi peluang pekerjaan lebih stabil. Para peneliti menyarankan investasi pada layanan pengasuhan anak yang terjangkau dan dukungan agar ayah ikut berbagi tugas pengasuhan.
Kata-kata sulit
- fertilitas — jumlah anak yang dilahirkan oleh perempuan
- penyempitan — proses menjadi lebih kecil atau berkurang
- kesenjangan — perbedaan antara dua kelompok orangkesenjangan upah
- paruh waktu — bekerja kurang dari waktu penuh
- pengasuhan — perawatan dan pemeliharaan anak oleh keluargapengasuhan anak
- terjangkau — dapat dibeli atau diakses dengan biaya rendah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda layanan pengasuhan anak yang terjangkau penting? Mengapa?
- Bagaimana menunda memiliki anak bisa mempengaruhi pekerjaan perempuan menurut teks?
- Apakah di keluarga Anda ayah ikut berbagi tugas pengasuhan? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.
Foto Lobster Memicu Kritik terhadap Anggota AKP di Turki
Beberapa anggota partai berkuasa AKP memposting foto hidangan lobster dan barang mewah saat banyak orang menghadapi kenaikan harga. Unggahan itu menimbulkan protes, meme, dan tanggapan dari Presiden Erdoğan serta komentar ekonomi nasional.