Sebuah studi baru menilai hubungan antara penurunan fertilitas di Amerika Serikat dan penyempitan kesenjangan upah antara pria dan wanita. Peneliti memperkirakan bahwa sekitar 8% dari penyempitan kesenjangan upah disebabkan oleh berkurangnya jumlah anak yang dimiliki perempuan. Riset ini menggunakan dataset nasional besar yang melacak ukuran keluarga pekerja AS dan pendapatan mereka dari waktu ke waktu; hasilnya dipublikasikan di Social Forces dan sebagian didanai oleh National Institutes of Health.
Penelitian menggambarkan perubahan struktural selama beberapa dekade. Pada periode yang dianalisis, rata-rata jumlah anak per pekerja menurun sejak pertengahan 1980-an, dan pada waktu yang sama pendapatan perempuan naik relatif terhadap pendapatan laki-laki. Studi menunjukkan mekanisme yang jelas: menjadi ibu seringkali menyebabkan penalti upah, terutama karena banyak perempuan keluar sementara dari angkatan kerja atau beralih ke pekerjaan paruh waktu, sedangkan menjadi ayah justru dikaitkan dengan peningkatan penghasilan.
Para penulis menggarisbawahi implikasi ekonomi jangka panjang dan memberi beberapa saran kebijakan. Mereka menekankan investasi publik dalam layanan pengasuhan anak yang berkualitas dan terjangkau agar lebih banyak ibu bisa bekerja penuh waktu atau menambah jam kerja jika menginginkannya. Alexandra (Sasha) Killewald, seorang profesor riset di Institute for Social Research, juga menekankan pentingnya kebijakan yang membantu ayah berbagi tugas pengasuhan dan langkah untuk mengurangi jam kerja sangat panjang, seperti pembatasan lembur wajib atau minggu kerja standar yang lebih pendek. Pembuat kebijakan, menurut peneliti, dihadapkan pada tugas ganda: memberikan kebebasan memilih jumlah dan waktu memiliki anak sekaligus menyediakan peluang kerja dan peran orang tua yang setara bagi pria dan wanita.
Kata-kata sulit
- fertilitas — jumlah anak yang dilahirkan oleh perempuan
- penyempitan — pengurangan jarak atau perbedaan antara dua hal
- kesenjangan upah — perbedaan rata-rata pendapatan antara pria dan wanita
- penalti upah — pengurangan gaji yang terkait peran keluarga
- angkatan kerja — semua orang yang bekerja atau mencari pekerjaan
- paruh waktu — bekerja dengan jam kerja lebih sedikit dari penuh
- pengasuhan anak — perawatan dan pemeliharaan anak oleh orang dewasa
- lembur wajib — kerja tambahan yang diharuskan oleh pemberi kerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana investasi layanan pengasuhan anak yang terjangkau dapat memengaruhi pilihan kerja ibu di negara Anda?
- Apa keuntungan dan tantangan dari membatasi lembur wajib atau mempersingkat minggu kerja standar menurut artikel?
- Bagaimana kebijakan yang mendorong ayah berbagi tugas pengasuhan bisa membantu mengurangi kesenjangan upah?
Artikel terkait
Peningkatan Permintaan Listrik dari Pusat Data Bisa Naikkan Harga dan Emisi
Studi memperingatkan bahwa pertumbuhan pusat data dan penambangan kriptokurensi dapat menaikkan biaya listrik dan emisi di Amerika Serikat pada 2030. Peneliti memodelkan permintaan dan memproyeksikan kenaikan harga serta emisi, serta menyoroti ketidakpastian biaya dan bahan bakar.
Afrika Mendesak Pembiayaan Kesehatan yang Lebih Adil
Di UNGA80, pembuat kebijakan Afrika menyerukan perubahan cara pembiayaan kesehatan. Obinna Ebirim menyoroti ketergantungan pada donor, kekurangan tenaga kesehatan, infrastruktur lemah, dan memberikan contoh Program National Health Fellows di Nigeria.
Proses Perencanaan Kota dan Kenaikan Harga Rumah
Seorang peneliti dari Syracuse University meneliti bagaimana proses persetujuan proyek di tingkat kota dapat meningkatkan biaya dan memperlambat pasokan perumahan. Ia menyarankan pemerintah lokal menyederhanakan aturan perencanaan untuk mendorong rumah lebih terjangkau.
AS Perkenalkan Strategi Kesehatan Global 'America First'
Pada 18 September pemerintah AS meluncurkan Strategi Kesehatan Global "America First". Strategi ini menekankan keamanan, kemakmuran, dan pengaruh Amerika serta mengubah syarat pendanaan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah.