Perempuan kulit hitam pertama di Academia Brasileira de LetrasCEFR A2
25 Jul 2025
Diadaptasi dari Fernanda Canofre, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Osarugue Igbinoba, Unsplash
Pada 10 Juli Academia Brasileira de Letras (ABL) memilih Ana Maria Gonçalves, seorang penulis berusia 55 tahun dari Minas Gerais. Dia menjadi perempuan kulit hitam pertama dalam sejarah 128 tahun lembaga itu. ABL didirikan pada 1897 dan saat ini memiliki 40 anggota aktif serta 20 anggota luar negeri.
Sepanjang sejarah hanya 13 perempuan yang pernah terpilih; yang pertama adalah Rachel de Queiroz pada 1977. Gonçalves menggantikan Evanildo Bechara yang meninggal pada Mei. Ia dikenal lewat novel Um defeito de cor dan mengatakan ingin belajar cara kerja Akademi serta bekerja untuk buku di negara dengan pembaca yang terus berkurang.
Kata-kata sulit
- lembaga — organisasi resmi dengan tujuan tertentu
- terpilih — dipilih untuk suatu posisi atau tugas
- anggota — orang yang termasuk dalam sebuah kelompok
- menggantikan — menjadi pengganti bagi orang lain
- meninggal — kehilangan nyawa dan tidak lagi hidup
- pembaca — orang yang membaca buku atau tulisan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu penting ada perempuan kulit hitam di lembaga seperti ABL? Mengapa?
- Mengapa menurutmu jumlah pembaca bisa berkurang di suatu negara?
- Pernahkah kamu membaca novel? Ceritakan singkat judul atau isi yang kamu ingat.
Artikel terkait
Deepfake seksual tanpa izin di Brasil
Laporan menunjukkan AI dipakai untuk membuat dan menyebarkan gambar seksual tanpa persetujuan di beberapa bagian Brasil. Sebuah catatan teknis oleh Internetlab menyoroti lonjakan deepfake seksual dan menyerukan regulasi dan pendidikan literasi digital.
Film Romantis, Harapan, dan Realitas Hubungan
Dua ahli dari Virginia Tech mengatakan film-film romantis, dari Disney sampai Hallmark, membentuk harapan orang tentang hubungan. Mereka menyorot tren idealisasi, kurangnya keberagaman, dan risiko standar yang tidak realistis terhadap kehidupan nyata.