Burung Migrasi dan Kota Ramah BurungCEFR B2
11 Okt 2025
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh wallace silva, Unsplash
Pertama kali diterbitkan di Birds Caribbean pada 16 September 2025 dan dipublikasikan ulang di Global Voices dengan kontribusi tambahan dari Emma Lewis, tulisan ini menyoroti Hari Burung Migrasi Sedunia 2025. Pada tahun itu WMBD jatuh pada Sabtu, 11 Oktober dengan tema “Shared Spaces: Creating Bird-Friendly Cities and Communities.”
Banyak burung melakukan migrasi dua kali setahun antara Amerika dan Karibia; mereka bergerak ke selatan pada musim gugur dan kembali ke Amerika Serikat pada musim semi. BirdCast melaporkan malam migrasi rekor 1.25 billion burung pada 8 Oktober 2025. Environment for the Americas menunjuk delapan spesies fokus untuk 2025 sebagai contoh spesies migran penting.
Pembangunan perkotaan di pulau sering berdampingan dengan hutan, lahan basah, dan pesisir, sehingga menyebabkan kehilangan habitat dan fragmentasi. Kehilangan ini menyulitkan burung mencari makanan, membesarkan anak, dan menghindari predator. Perubahan iklim menambah risiko seperti naiknya permukaan laut, badai dahsyat, serta perubahan suhu dan curah hujan yang merusak lahan basah pesisir dan habitat lain. Para organisasi konservasi juga melaporkan penurunan populasi: secara global 49 percent dari semua spesies burung sedang menurun menurut laporan Living Planet 2024 dan siaran pers BirdLife 2024.
Beberapa pemimpin lokal memberi gambaran hubungan masyarakat dengan burung. Justin Saunders dari BirdLife Jamaica menjelaskan bahwa penduduk Jamaika mengenali beberapa spesies dan menganggap hutan, sungai, dan ruang perkotaan sebagai tempat penting bagi burung untuk beristirahat. Lisa Sorensen dari BirdsCaribbean memperingatkan bahwa perubahan iklim, pembangunan pesisir, polusi, dan tekanan pariwisata mengurangi situs persinggahan penting di Karibia.
- Contoh spesies fokus: American Robin (Turdus migratoriu)
- Peregrine Falcon (Falco peregrinus)
- Red Knot (Calidris canutus)
- American Redstart (Setophaga ruticilla)
Rekomendasi praktis meliputi memilih kopi ramah burung, menanam spesies asli, mengurangi cahaya buatan, menghindari pestisida, mencegah polusi plastik, dan mengurangi tumbukan pada jendela dengan film atau kaca berpola. Pendidik di Karibia merencanakan acara seperti perjalanan pengamatan burung, pembersihan habitat, presentasi di sekolah, lomba seni, penanaman pohon, serta pemasangan pancuran dan tempat makan burung agar komunitas dapat menyambut burung migran.
Kata-kata sulit
- migrasi — perpindahan musiman hewan antar wilayah atau negara
- habitat — tempat hidup alami bagi tumbuhan dan hewan
- fragmentasi — pembelahan habitat menjadi bagian lebih kecil
- konservasi — upaya melindungi dan mempertahankan alam atau spesies
- populasi — jumlah individu satu spesies di suatu area
- pesisir — daerah pertemuan daratan dengan laut
- permukaan laut — lapisan air laut di atas daratan dunia
- tumbukan — tabrakan burung dengan benda keras seperti jendela
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana kota-kota dan komunitas bisa menerapkan tema “Shared Spaces” untuk menjadi lebih ramah burung? Berikan contoh langkah praktis.
- Apa konflik yang mungkin timbul antara pariwisata di pulau Karibia dan upaya konservasi burung? Bagaimana solusi yang mungkin?
- Perubahan iklim dan naiknya permukaan laut mengancam habitat pesisir. Apa tindakan yang dapat dilakukan penduduk lokal atau sekolah untuk mengurangi dampak ini pada burung migran?
Artikel terkait
Investasi Tiongkok dan Ancaman pada Hutan Cekungan Kongo
Hutan Cekungan Kongo dan masyarakat adat menghadapi tekanan dari aktivitas investasi dan penebangan. Organisasi lokal dan peneliti mengatakan kegiatan itu mempercepat hilangnya hutan dan mengancam mata pencaharian serta pengetahuan tradisional.
Peneliti Uganda Olah Batang Pisang Jadi Tekstil
Peneliti di Busitema University mengolah batang pisang menjadi serat untuk tekstil, sambungan rambut, dan pembalut. Proyek menghadapi masalah teknis, hukum, dan pasar tapi menunjukkan potensi, termasuk varietas Kayinja yang menjanjikan.
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.