Burung Migrasi dan Kota Ramah BurungCEFR A2
11 Okt 2025
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh wallace silva, Unsplash
Pertama kali diterbitkan di Birds Caribbean pada 16 September 2025 dan dipublikasikan ulang di Global Voices dengan kontribusi Emma Lewis. Pada 2025 WMBD jatuh pada hari Sabtu, 11 Oktober; tema tahun itu adalah “Shared Spaces: Creating Bird-Friendly Cities and Communities.”
Banyak burung melakukan perjalanan dua kali setahun antara benua Amerika dan Karibia. BirdCast melaporkan malam migrasi rekor 1.25 billion burung pada 8 Oktober 2025. Pembangunan kota di pulau sering berdampingan dengan hutan, lahan basah dan pesisir sehingga habitat hilang. Perubahan iklim menambah ancaman seperti naiknya permukaan laut dan badai. Langkah sederhana yang disarankan antara lain memilih kopi ramah burung, menanam spesies asli, mengurangi cahaya, dan menghindari pestisida.
Kata-kata sulit
- burung — Hewan yang bisa terbang dengan sayap.burung menemukan, habitat burung
- migrasi — Perpindahan hewan dari satu tempat ke tempat lain.Hari Burung Migrasi
- komunitas — Sekelompok orang yang hidup bersama.
- ruang — Area terbuka di kota.Ruang hijau
- urbanisasi — Proses berkembangnya kota.
- habitat — Lingkungan tempat hewan tinggal.habitat burung, tempat tinggal
- perubahan iklim — Cuaca rata-rata di suatu tempat.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana cara kita menciptakan kota yang ramah burung?
- Apa saja tantangan yang dihadapi burung saat ini?
- Mengapa penting untuk menggunakan tanaman lokal?
Artikel terkait
Musim panas bencana di Australia terkait krisis iklim
Selama Januari–Februari Australia mengalami gelombang panas, kebakaran, badai, dan banjir yang terkait dengan krisis iklim. Peristiwa ini merusak ekosistem, mengancam spesies, dan meningkatkan tekanan pada masyarakat serta pasar asuransi.
Kota Asia Atasi Kemacetan dengan Transportasi Bersih
Kemacetan di banyak kota Asia menaikkan polusi dan merugikan ekonomi. Beberapa kota, seperti New Delhi, Bangkok, Filipina, dan Jakarta, memperluas metro, menambah bus listrik, dan menerapkan kebijakan parkir untuk mengurangi lalu lintas.