Beberapa obat psikedelik sedang diteliti untuk manfaat klinis pada gangguan suasana hati dan penyalahgunaan zat. Para ilmuwan ingin tahu apakah sinyal pemindaian otak yang berdasarkan aliran darah tetap dapat dipercaya setelah pemberian psikedelik.
Tim peneliti memberi obat yang bekerja pada serotonin kepada tikus dan menemukan aliran darah tidak lagi berubah seperti biasanya bersamaan dengan aktivitas neuron. Ketika peneliti memberi obat kedua untuk memblok reseptor serotonin tertentu, perubahan aliran darah itu hilang.
Peneliti juga memakai psilocybin dan melihat perubahan serupa, lalu menganalisis ulang data fMRI manusia dan menemukan efek yang sebanding pada respons otak.
Kata-kata sulit
- psikedelik — obat yang mengubah persepsi dan pengalaman mental
- manfaat klinis — keuntungan obat untuk pengobatan atau perawatan pasien
- gangguan suasana hati — masalah emosional yang memengaruhi perasaan sehari-hari
- penyalahgunaan zat — menggunakan obat atau zat berbahaya secara berlebihan
- sinyal pemindaian otak — tanda yang direkam saat otak dipindai
- aliran darah — pergerakan darah melalui pembuluh tubuh
- aktivitas neuron — kerja atau sinyal yang dibuat sel saraf
- reseptor — protein di sel yang menerima sinyal kimia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda penting memastikan sinyal pemindaian otak dapat dipercaya setelah pemberian obat? Mengapa?
- Bagaimana perasaan Anda jika obat bisa membantu gangguan suasana hati? Jelaskan singkat.
- Apakah Anda pernah mendengar nama psilocybin sebelumnya? Ceritakan apa yang Anda tahu.
Artikel terkait
Locus coeruleus membantu otak ganti strategi
Peneliti di University of California, Riverside menemukan bagian kecil di batang otak, locus coeruleus (LC), yang membantu otak melepaskan aturan lama dan mengadopsi aturan baru. Penelitian ini pakai tugas pada tikus dan rekaman aktivitas otak.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.