Peneliti dari Tufts University mengembangkan NeuroBridge, sebuah alat kecerdasan buatan yang memakai model bahasa besar. Alat ini bertujuan membantu orang non-autis memahami preferensi komunikasi orang autis, bukan mengubah orang autis agar seperti non-autis.
Alat memberi pengalaman langsung lewat skenario percakapan dan menawarkan tiga pilihan respons yang berarti sama tetapi berbeda nada atau kejernihan. Contohnya, permintaan tidak langsung seperti "Kalau sempat, bisa kirim berkas itu?" mungkin dianggap tidak mendesak oleh orang autis.
NeuroBridge sudah diuji dan tim menerima umpan balik positif. Mereka berencana mengeksplorasi penggunaan alat ini untuk mendukung mahasiswa neurodiverse di kampus, bekerja dengan layanan kampus seperti StAAR Center.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian untuk menemukan fakta
- mengembangkan — membuat sesuatu menjadi lebih baik atau besar
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru pikiran manusia
- preferensi — pilihan atau kesukaan seseorang dalam berinteraksipreferensi komunikasi
- skenario — rangka atau contoh kejadian dalam percakapanskenario percakapan
- umpan balik — informasi tentang reaksi atau tanggapan orang lainumpan balik positif
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu salah paham dengan permintaan tidak langsung? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu alat seperti NeuroBridge bisa membantu mahasiswa di kampus?
- Apakah kamu mau melihat tiga pilihan respons sebelum membalas pesan? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Algoritma menjelaskan perubahan propana jadi propilena
Tim di University of Rochester membuat algoritma yang menunjukkan fitur atomik penting saat katalis nanoskala mengubah propana menjadi propilena. Temuan ini menyoroti pertumbuhan oksida di situs logam cacat dan potensi aplikasi industri.
Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon Rumah
Ahli dari Virginia Tech menjelaskan kapan anak mungkin siap punya ponsel dan mengapa beberapa keluarga kembali memakai telepon rumah. Mereka menekankan manfaat batasan, risiko layar berlebih, dan pentingnya pembicaraan terbuka tentang teknologi.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.