Mendokumentasikan Bahasa Lisan dengan OpenSpeaks ArchivesCEFR A2
17 Apr 2026
Diadaptasi dari Subhashish Panigrahi, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Joshi Milestoner, Unsplash
OpenSpeaks Archives diluncurkan pada 2024 untuk membantu kontributor Wikimedia mencatat bahasa lisan. Arsip menyediakan alat bagi pengarsip komunitas untuk mendokumentasikan, menyalin, dan mengarsipkan bahasa. Sekarang arsip itu menampung hampir 20 bahasa dari India, Nepal, dan Sri Lanka.
Dalam sebuah wawancara, seorang pelestari bahasa menjelaskan bahwa audio dan video lebih baik untuk merekam suara, intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh. Ia juga mengatakan bahwa tulisan tidak selalu menggantikan suara, kecuali bahan tulisan dibuat dari cerita komunitas sendiri dan digunakan untuk pendidikan.
Rekomendasinya meliputi kerja cepat yang berpusat pada komunitas, pelatihan pemuda, bahan yang mudah diakses, dan perlindungan terhadap penyalahgunaan pengetahuan melalui teknologi.
Kata-kata sulit
- meluncurkan — memulai acara atau proyek untuk publikdiluncurkan
- mencatat — menulis atau merekam informasi singkat
- mendokumentasikan — membuat catatan resmi atau rekaman
- menampung — menyimpan atau menerima sesuatu di tempat
- intonasi — perubahan nada suara saat berbicara
- penyalahgunaan — penggunaan tidak benar atau merugikan
- pelestari — orang yang menjaga dan melindungi bahasa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda merekam bahasa lisan penting untuk komunitas?
- Apakah Anda setuju bahwa tulisan tidak selalu menggantikan suara? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.