Seorang profesor bisnis menjelaskan peran kecerdasan buatan generatif dalam pariwisata. Ia mengatakan AI itu berfungsi sebagai lapisan kognitif yang dapat membaca suasana hati dan preferensi pelancong, lalu menyesuaikan respons secara seketika. Teknologi ini bisa dipakai lewat situs web atau aplikasi ponsel pintar.
Sebelum perjalanan, AI membantu mengeksplorasi pilihan dan menyusun rencana. Saat perjalanan, AI memberi rekomendasi berdasarkan perasaan pelancong. Setelah perjalanan, AI dapat membantu menulis ulasan daring. Contoh: merekomendasikan rute hiking ketika pelancong berenergi, atau menyarankan kedai kopi yang tenang saat pelancong lelah. Profesor itu juga memperingatkan soal privasi dan etika karena data emosi bisa berisiko.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — program komputer yang bisa meniru pikiran manusiakecerdasan buatan generatif
- pariwisata — kegiatan atau industri untuk wisata dan perjalanan orang
- lapisan kognitif — bagian yang memproses informasi dan pikiran
- suasana hati — perasaan umum seseorang pada waktu tertentu
- preferensi — pilihan atau kesukaan seseorang terhadap sesuatu
- privasi — hak seseorang untuk menyimpan data pribadi rahasia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau menggunakan AI yang menyesuaikan rekomendasi saat liburan? Mengapa?
- Apa kekhawatiranmu tentang data emosi dan privasi ketika memakai aplikasi perjalanan?
Artikel terkait
AI memperkuat prakiraan monsun dan membantu petani India
Alat AI seperti NeuralGCM meningkatkan prakiraan monsun di India. Pada musim panas ini, 38 million farmers menerima prakiraan empat minggu sebelum monsun, dan proyek ini akan diperluas ke banyak negara untuk membantu petani merencanakan tanam.
Membeli untuk Berbagi Lebih Menimbulkan Kecemasan
Sebuah studi menemukan bahwa membeli barang untuk dibagikan membuat orang lebih cemas dibandingkan membeli untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Penelitian itu juga memberi saran sederhana untuk mengurangi kecemasan, seperti menanyakan preferensi orang lain.
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.