LingVo.club
📖+10 XP
🎧+10 XP
+15 XP
Krisis Air di Iran: Sumur Ilegal dan Peran Militer (Level A1) — a large body of water surrounded by rocks

Krisis Air di Iran: Sumur Ilegal dan Peran MiliterCEFR A1

28 Jul 2025

Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Natu Ft, Unsplash

Level A1 – Pemula
2 mnt
78 kata
  • Iran mengalami krisis air yang sangat parah sekarang.
  • Orang menggali banyak sumur tanah tanpa izin resmi.
  • Beberapa unit militer melakukan pengeboran ilegal di beberapa daerah.
  • Air tanah berkurang cepat di banyak tempat.
  • Banyak orang di desa pergi karena tidak ada air.
  • Pengawas sering diam dan tidak mengambil tindakan.
  • Survei menyebut ratusan dataran berada dalam kondisi kritis.
  • Orang memasang sumur tanpa izin atau penilaian lingkungan.
  • Aktivis mengatakan militer terlibat dalam pengeboran.
  • Kondisi ini bisa menjadi ancaman bagi keamanan nasional.

Kata-kata sulit

  • krisismasalah besar yang terjadi sekarang
  • ilegaltidak sesuai hukum atau tanpa izin
  • pengeboranmembuat lubang dalam tanah untuk air
  • pengawasorang yang memeriksa dan menjaga kerja
  • surveikegiatan untuk melihat data atau keadaan
  • penilaiantindakan menilai dampak pada lingkungan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Pernahkah kamu mengalami kekurangan air?
  • Apakah kamu pernah melihat sumur tanpa izin di dekat rumahmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika tidak ada air di desa?

Artikel terkait

Letusan Hunga Tonga bantu hilangkan metana (Level A1)
13 Mei 2026

Letusan Hunga Tonga bantu hilangkan metana

Letusan bawah laut Hunga Tonga–Hunga Ha’apai pada Januari 2022 menghasilkan plume yang tampaknya menghancurkan sebagian metana. Pengamatan satelit melihat formaldehida tinggi dan melacak awan itu selama 10 hari, yang memberi informasi baru tentang pemanasan global.

Fiksi dari Togo tentang Kekuasaan (Level A1)
22 Apr 2026

Fiksi dari Togo tentang Kekuasaan

Hubert Kolani, pengacara dan penulis muda asal Togo, menulis novel Le Sang du Pouvoir (Darah Kekuasaan) untuk mengamati kekuasaan dan mendorong debat. Ia berharap pembaca melihat politik dengan cara yang lebih manusiawi.