Membedakan penyebab demensia secara akurat sering sulit karena beberapa penyakit neurodegeneratif dapat tumpang tindih. Sebuah tim peneliti melaporkan pengembangan pengklasifikasi berbasis kecerdasan buatan yang menggunakan tes darah untuk memisahkan empat penyebab umum demensia dari penuaan otak sehat, dengan akurasi keseluruhan lebih dari 90%, dan yang mampu mendeteksi ketika lebih dari satu proses penyakit hadir.
Alat ini dikembangkan di Washington University School of Medicine oleh tim yang dipimpin Carlos Cruchaga. Para peneliti memilih panel 15 protein darah yang mencerminkan patologi otak — termasuk penanda Alzheimer yang terverifikasi serta protein yang berkaitan dengan kerusakan sinaps, cedera neuron, dan peradangan — dengan tujuan membuat tes yang relatif murah dan noninvasif namun mencerminkan biologi kompleks penuaan dan neurodegenerasi.
Model dilatih pada data dari lebih dari 3.200 individu yang dikumpulkan di pusat riset terkait, lalu diverifikasi pada kelompok terpisah berjumlah 225 orang yang menjalani evaluasi kognitif semasa hidup dan pemeriksaan otak setelah kematian. Output pengklasifikasi selaras dengan beban patologis di jaringan otak dan keadaan klinis pasien; untuk kasus dengan satu diagnosis neurodegeneratif dilaporkan akurasi diagnostik 92,3%. Model juga memberi wawasan pada kasus ambigu: prediksi Alzheimer sesuai dengan beban plak amiloid pada otopsi dan mengidentifikasi perubahan mirip Alzheimer pada pasien Parkinson yang kemudian mengembangkan demensia.
Tes ini belum siap dipakai secara klinis. Diperlukan validasi lebih luas pada populasi yang lebih besar dan beragam serta studi prospektif untuk memastikan generalisasi, menilai kemampuan prediksi, dan menentukan peran tes dalam panduan pengobatan. Aplikasi potensial yang disebutkan peneliti meliputi:
- memilih pasien untuk uji klinis,
- membantu keputusan tindak lanjut, rujukan spesialis, dan strategi pengobatan.
Pekerjaan ini mendapat dukungan dari beberapa lembaga pendanaan termasuk National Institutes of Health, Cure Alzheimers Fund, dan Michael J. Fox Foundation for Parkinsons Research. Sumber laporannya adalah Washington University in St. Louis.
Kata-kata sulit
- neurodegeneratif — Menunjukkan penyakit yang menyebabkan kemunduran fungsi saraf
- pengklasifikasi — Sistem yang mengelompokkan data berdasarkan pola tertentu
- verifikasi — Tindakan memeriksa kebenaran atau keabsahan datadiverifikasi
- patologi — Perubahan penyakit yang terlihat pada jaringan atau organ
- sinaps — Titik sambungan antara dua sel saraf untuk sinyal
- noninvasif — Tidak memerlukan pembedahan atau masuk ke tubuh
- akurasi — Seberapa tepat hasil tes dibandingkan kebenaran
- prospektif — Penelitian yang mengikuti peserta ke masa depan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana tes darah seperti ini dapat memengaruhi pemilihan pasien untuk uji klinis? Jelaskan alasan Anda.
- Apa keuntungan dan risiko menggunakan tes noninvasif dalam diagnosis demensia? Berikan contoh.
- Faktor apa yang menurut Anda perlu dipertimbangkan saat melakukan validasi pada populasi yang lebih beragam?
Artikel terkait
Obat TB yang Dihirup Bisa Sederhanakan Pengobatan
Peneliti mengembangkan pengobatan tuberkulosis yang dapat dihirup menggunakan nanopartikel berisi rifampin. Terapi ini menarget paru-paru, diuji pada tikus, dan menunjukkan kesiapan obat lebih lama di paru sehingga mungkin mengurangi frekuensi pemberian dan efek samping.
AI melawan pemasaran tembakau yang menargetkan anak muda
Di konferensi tentang pengendalian tembakau para ahli mengatakan AI bisa membantu menghentikan perusahaan tembakau yang menargetkan anak muda secara daring. Media sosial dan produk baru dianggap menarik generasi muda, dan negara miskin menanggung beban terbesar.
Jejak Otak untuk Menyesuaikan Perilaku dengan Orang Lain
Penelitian University of Zurich menunjukkan bagaimana aktivitas otak membantu orang menebak pikiran orang lain dan mengubah perilaku. Temuan ini menjelaskan proses "mentalisasi adaptif" dan dapat membantu memahami disabilitas sosial seperti autisme dan gangguan kepribadian.
Kebiasaan Tidur Terkait Penuaan Otak
Studi dengan pemindaian otak dan kuesioner dari lebih dari 23.000 orang dewasa menemukan beberapa kebiasaan tidur terkait volume lesi materi putih yang lebih besar. Peneliti mengatakan memperbaiki tidur mungkin membantu mengurangi penuaan otak dan risiko demensia.