Para peneliti melaporkan tes darah berbasis kecerdasan buatan untuk membantu diagnosis demensia. Pengklasifikasi AI ini mampu memisahkan empat penyebab umum demensia dari penuaan otak sehat dengan akurasi lebih dari 90%.
Untuk membuat tes, tim memilih panel 15 protein dalam darah yang mencerminkan masalah di otak, termasuk penanda Alzheimer dan protein yang terkait kerusakan saraf serta peradangan. Model dilatih dengan data protein dari lebih dari 3.200 orang, yang mencakup pasien serta kontrol kognitif normal.
Performa juga diuji pada kelompok terpisah yang menjalani evaluasi semasa hidup dan pemeriksaan otak setelah kematian. Tes belum siap untuk digunakan klinis dan masih perlu validasi lebih lanjut pada populasi yang lebih besar dan beragam.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknik komputer untuk membuat mesin belajar
- pengklasifikasi — algoritme atau alat untuk membagi data ke kategori
- panel — kumpulan beberapa item yang dipilih bersama
- penanda — molekul atau tanda yang menunjukkan penyakit
- peradangan — reaksi tubuh terhadap cedera atau infeksi
- validasi — proses memastikan hasil atau metode benar
- kontrol kognitif — kelompok orang sehat untuk perbandingan penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda mau melakukan tes darah seperti ini jika tersedia? Mengapa?
- Mengapa menurut Anda tes perlu divalidasi pada populasi yang lebih besar dan beragam?
Artikel terkait
AI untuk memperbaiki data penyebab kematian
Para peneliti meluncurkan proyek CODA, alat AI tiga tahun yang didanai Gates Foundation untuk memperbaiki data penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah. Alat ini dipakai di komunitas dan fasilitas, dan memberi tingkat keyakinan pada rekomendasi.
Senyawa Baru di ETH Zurich Lambatkan Gejala Alzheimer pada Tikus
Tim di ETH Zurich, dipimpin Ursula Quitterer, menemukan senyawa yang mencegah penggumpalan enzim GRK2 dan melambatkan gejala Alzheimer pada tikus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine dan kini sedang dicari pengembang industri.
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.