Para peneliti melaporkan tes darah berbasis kecerdasan buatan untuk membantu diagnosis demensia. Pengklasifikasi AI ini mampu memisahkan empat penyebab umum demensia dari penuaan otak sehat dengan akurasi lebih dari 90%.
Untuk membuat tes, tim memilih panel 15 protein dalam darah yang mencerminkan masalah di otak, termasuk penanda Alzheimer dan protein yang terkait kerusakan saraf serta peradangan. Model dilatih dengan data protein dari lebih dari 3.200 orang, yang mencakup pasien serta kontrol kognitif normal.
Performa juga diuji pada kelompok terpisah yang menjalani evaluasi semasa hidup dan pemeriksaan otak setelah kematian. Tes belum siap untuk digunakan klinis dan masih perlu validasi lebih lanjut pada populasi yang lebih besar dan beragam.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknik komputer untuk membuat mesin belajar
- pengklasifikasi — algoritme atau alat untuk membagi data ke kategori
- panel — kumpulan beberapa item yang dipilih bersama
- penanda — molekul atau tanda yang menunjukkan penyakit
- peradangan — reaksi tubuh terhadap cedera atau infeksi
- validasi — proses memastikan hasil atau metode benar
- kontrol kognitif — kelompok orang sehat untuk perbandingan penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda mau melakukan tes darah seperti ini jika tersedia? Mengapa?
- Mengapa menurut Anda tes perlu divalidasi pada populasi yang lebih besar dan beragam?
Artikel terkait
Semprotan Berkabut Tanpa Jarum untuk Mengobati Infeksi Kebal Obat
Peneliti dari Universitas Missouri mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum yang mengantar antibiotik pilihan terakhir langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini diuji untuk mengatasi MRSA sambil mengurangi risiko kerusakan organ.
Instrumen dari Kartrid Vape untuk Kurangi Sampah Elektronik
Tim dari NYU mengubah kartrid vape yang dibuang menjadi sintesizer sederhana. Proyek ini menampilkan penggunaan kembali komponen seperti sensor, baterai, dan ujung mulut untuk mengurangi sampah elektronik dan mendorong kreativitas.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
AI melawan pemasaran tembakau yang menargetkan anak muda
Di konferensi tentang pengendalian tembakau para ahli mengatakan AI bisa membantu menghentikan perusahaan tembakau yang menargetkan anak muda secara daring. Media sosial dan produk baru dianggap menarik generasi muda, dan negara miskin menanggung beban terbesar.