Sebuah studi baru menggunakan rekaman drone dari 2016 dan 2022 untuk melihat aktivitas wisata hiu paus di El Azul, sebuah area seluas 400 kilometer persegi di lepas pantai Yucatán, Meksiko. Studi ini dipublikasikan di Journal of Sustainable Tourism.
Peneliti menemukan perahu dan perenang sering melanggar aturan. Aturan Meksiko mengatakan satu perahu hanya boleh menemani satu hiu, maksimal dua perenang dan satu pemandu di air, serta jarak minimal lima meter dari kepala dan ekor hiu. Tim merekam ratusan pelanggaran seperti perahu terlalu dekat dan perenang menyentuh hiu. Pelanggaran meningkat saat jumlah perahu dan jumlah hiu bertambah. Para penulis merekomendasikan regulasi diri oleh pemandu, pemantauan lebih baik seperti drone, dan investasi jangka panjang untuk perlindungan hiu paus.
Kata-kata sulit
- melanggar — bertindak bertentangan dengan peraturan yang berlakumelanggar aturan
- pemantauan — pengamatan atau pengawasan untuk melihat keadaanpemantauan lebih baik seperti drone
- rekaman — catatan suara atau gambar yang disimpanrekaman drone
- regulasi — aturan tertulis atau kebijakan yang mengaturregulasi diri
- investasi — pengeluaran uang untuk keuntungan di masa depaninvestasi jangka panjang
- lepas pantai — di laut dekat garis pantai atau daratanlepas pantai Yucatán
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pikir penggunaan drone membantu pemantauan wisata hiu paus? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana perasaanmu jika melihat perenang menyentuh hiu paus? Jelaskan singkat.
- Langkah apa yang bisa dilakukan pemandu untuk melindungi hiu paus saat wisata?
Artikel terkait
Masyarakat Adat di COP30: Hak Wilayah dan Pengetahuan untuk Iklim
Di COP30 di Belém, Sineia Do Vale menekankan bahwa mengamankan hak wilayah masyarakat adat adalah langkah pertama. Ia meminta gabungkan pengetahuan tradisional adat dengan penelitian ilmiah dan membahas kebakaran di Roraima pada 2024.
Media sosial dorong penjualan daging satwa liar di Afrika Barat
Sebuah studi di jurnal One Health memperingatkan media sosial dapat meningkatkan perdagangan daging satwa liar di Afrika Barat. Peneliti menemukan iklan di Facebook, pengalihan ke WhatsApp, dan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.