Penelitian baru menunjukkan merokok dapat meningkatkan risiko demensia karena sinyal kimia bergerak dari paru‑paru ke otak. Studi ini menambah bukti lama yang mengaitkan merokok dengan penurunan kognitif; misalnya satu studi 2011 menemukan perokok berat usia pertengahan memiliki risiko Alzheimer lebih dari dua kali lipat beberapa dekade kemudian.
Para peneliti menemukan sel khusus di paru melepaskan eksosom setelah terkena nikotin. Eksosom ini membawa protein yang mengubah pengaturan besi pada neuron, dan perubahan besi itu berkaitan dengan tanda‑tanda penyakit saraf.
Ada bukti bahwa saraf vagus bisa membawa sinyal dari paru ke otak. Tim kini menguji apakah menghalangi eksosom bisa menjadi terapi, tetapi dampak langsung pada manusia masih memerlukan waktu penelitian lebih lanjut.
Kata-kata sulit
- demensia — penyakit atau kondisi hilang ingatan dan kemampuan berpikir
- eksosom — kantung kecil yang membawa molekul antar sel
- pengaturan — cara tubuh mengontrol jumlah zat
- vagus — nama saraf besar yang menghubungkan tubuh dan otak
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- neuron — sel saraf yang mengirim sinyal di otak
- terapi — pengobatan untuk menyembuhkan atau mengurangi penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pikir berhenti merokok dapat melindungi otak? Jelaskan singkat.
- Apa pendapat Anda tentang ide menghalangi eksosom sebagai terapi?
- Apakah Anda kenal seseorang yang merokok berat? Bagaimana kondisi kesehatannya sekarang?
Artikel terkait
Sleep apnea yang tidak diobati percepat penuaan jantung
Studi laboratorium pada tikus menemukan bahwa sleep apnea yang tidak diobati—dengan penurunan oksigen berulang—mempercepat penuaan kardiovaskular dan meningkatkan angka kematian. Penulis menekankan pentingnya skrining dini dan pengobatan seperti CPAP.
Tes darah baru untuk menilai pengobatan glioblastoma
Peneliti mengembangkan tes darah yang mendeteksi partikel tumor setelah membuka sawar darah-otak. Metode ini menggunakan perangkat ultrasound dan alat bernama GlioExoChip untuk mengubah sampel darah menjadi biopsi cair dan menilai respons pengobatan.