- Merokok bisa meningkatkan risiko penyakit demensia pada orang dewasa.
- Peneliti menemukan sinyal kimia yang berasal dari paru‑paru.
- Sinyal kimia itu bergerak ke otak dan mengubahnya.
- Sel paru melepaskan partikel kecil ketika terkena nikotin atau asap.
- Partikel itu mengganggu pengaturan besi pada sel otak.
- Perubahan besi dapat menyebabkan kerusakan pada sel otak.
- Penelitian ini membantu jelaskan mengapa ingatan menurun pada beberapa orang.
- Hasil bisa membantu pencegahan dan pengobatan di masa depan.
Kata-kata sulit
- demensia — penyakit yang menyebabkan penurunan ingatan dan pikiran
- sinyal — tanda atau isyarat yang dikirim
- paru‑paru — organ pernapasan di dalam dada
- partikel — bagian sangat kecil berwujud padat atau cair
- pengaturan — cara menjaga jumlah atau posisi sesuatu
- pencegahan — usaha untuk menghindari penyakit atau masalah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu merokok?
- Pernahkah kamu melihat orang merokok di tempat umum?
- Apakah kamu setuju merokok berbahaya untuk otak?
Artikel terkait
Locus coeruleus membantu otak ganti strategi
Peneliti di University of California, Riverside menemukan bagian kecil di batang otak, locus coeruleus (LC), yang membantu otak melepaskan aturan lama dan mengadopsi aturan baru. Penelitian ini pakai tugas pada tikus dan rekaman aktivitas otak.
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.