Peneliti merekrut puluhan anjing geriatri dengan usia rata-rata sekitar 12 tahun. Anjing dinilai ulang kira-kira setiap enam bulan. Pada setiap kunjungan dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, pemeriksaan ortopedi, tes pendengaran, tes darah, serta tes kognitif. Pemilik juga mengisi kuesioner termasuk CADES dan CBPI.
Gaya berjalan diukur oleh dua pengamat pada lintasan dalam ruangan sepanjang lima meter. Peneliti mengukur panjang langkah depan (anggota thoracic) dan belakang (anggota pelvic), lalu menyesuaikannya dengan tinggi badan. Hasil menunjukkan penurunan kognitif yang dilaporkan pemilik berhubungan dengan langkah depan yang lebih pendek, sedangkan langkah belakang tidak menunjukkan hubungan itu.
Para peneliti mengatakan bahwa panjang langkah bisa menjadi indikator dini bila digabungkan dengan ukuran lain, tapi tidak cukup untuk diagnosis sendiri.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian atau studiPara peneliti
- geriatri — usia lanjut pada hewan, terutama anjing
- pemeriksaan — cek atau tes untuk mengetahui kondisi tubuh
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- kuesioner — daftar pertanyaan yang diisi oleh pemilik hewan
- langkah — gerakan kaki saat berjalan dengan ukuran panjanglangkah depan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pemilik membantu penelitian ini?
- Apakah menurut Anda mengukur gaya berjalan bisa membantu mendeteksi masalah kognitif? Mengapa singkat.
Artikel terkait
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.