Studi melibatkan 88 anjing geriatri dengan usia rata-rata sekitar 12 tahun. Anjing dievaluasi pada interval sekitar setiap enam bulan melalui pemeriksaan fisik, neurologis, ortopedi, penilaian mobilitas, pemeriksaan pendengaran, serta tes darah dan tes kognitif. Pemilik mengisi kuesioner, termasuk Canine Dementia Scale (CADES) dan Canine Brief Pain Inventory (CBPI).
Gaya berjalan diukur oleh dua pengamat terlatih saat setiap anjing berjalan di lintasan dalam ruangan lurus sepanjang lima meter. Tim mengukur panjang langkah untuk anggota depan (thoracic limbs) dan anggota belakang (pelvic limbs) serta menghitung nilai panjang langkah yang disesuaikan dengan tinggi badan.
Analisis menemukan bahwa penurunan kognitif yang dilaporkan pemilik terkait dengan panjang langkah thoracic yang lebih pendek setelah penyesuaian tinggi. Skor CADES yang lebih tinggi tetap berhubungan dengan pengurangan panjang langkah thoracic meskipun disesuaikan untuk usia dan skor CBPI; kenaikan 10 poin CADES berhubungan dengan pengurangan sekitar 1,2% pada panjang langkah thoracic. Panjang langkah pelvic tidak menunjukkan korelasi dengan perubahan kognitif.
Para peneliti menyimpulkan bahwa panjang langkah, bila digabungkan dengan ukuran lain, dapat menjadi indikator awal dan alat pemantauan lintasan kesehatan anjing dari waktu ke waktu.
Kata-kata sulit
- geriatri — berkaitan dengan usia tua pada hewan peliharaan
- neurologis — berkaitan dengan sistem saraf dan otak
- ortopedi — bidang medis untuk tulang dan sendi
- mobilitas — kemampuan bergerak atau berpindah tempat
- kognitif — berkaitan dengan ingatan dan kemampuan berpikir
- kuesioner — daftar pertanyaan untuk pengumpulan informasi
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- panjang langkah — jarak satu langkah saat berjalan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda perubahan panjang langkah bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan pada anjing?
- Apa yang bisa dilakukan pemilik untuk memantau perubahan kognitif atau mobilitas pada anjing peliharaan mereka?
Artikel terkait
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.