Kasus Pelanggaran Lingkungan di Republik Dominika hingga September 2025CEFR A1
17 Nov 2025
Diadaptasi dari Carolina Pichardo, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Aldward Castillo, Unsplash
- Hingga September 2025 ada 118 perkara di pengadilan.
- Jumlah pelanggaran meningkat karena kesadaran publik naik.
- Cabang Yudisial dan beberapa badan negara bekerja sama sekarang.
- Pasal 175 menyebut banyak tindak pidana lingkungan.
- SENPA mencatat 9,350 penebangan pohon ilegal.
- Ada 2,620 kasus pembuangan dan pencemaran air.
- Banyak pasir, batu bara, dan kayu disita oleh pihak berwenang.
- Ada kasus penting pada 7 Juli dan 3 September 2025.
Kata-kata sulit
- pelanggaran — Tindakan yang melanggar hukum.melanggar
- hukum — Aturan yang harus diikuti oleh semua orang.
- lingkungan — Segala sesuatu yang ada di sekitar kita.
- pohon — Tanaman besar dengan batang kayu.
- polusi — Pencemaran yang merusak lingkungan.
- pemerintah — Organisasi yang mengatur suatu negara.
- kesadaran — Pengetahuan dan perhatian tentang sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk melindungi lingkungan?
- Bagaimana cara meningkatkan kesadaran tentang lingkungan?
- Apa langkah yang bisa diambil jika melihat pelanggaran lingkungan?
Artikel terkait
Pria Muda di Korea Selatan Beralih ke Kanan
Survei dan hasil pemilu menunjukkan banyak pria muda di Korea Selatan berpindah ke kanan politik, menciptakan kesenjangan gender besar soal feminisme, redistribusi, dan imigrasi. Meski begitu, sebagian besar pria muda tetap mematuhi aturan politik.
Mamokgethi Phakeng: Matematikawan dan Pemimpin Universitas
Mamokgethi Phakeng adalah matematikawan dan pemimpin universitas dari Afrika Selatan. Ia perempuan kulit hitam pertama meraih doktor pendidikan matematika, menjadi wakil rektor University of Cape Town pada Juli 2018, dan menerima beberapa penghargaan internasional.
Karnaval di Rio Tingkatkan Mikroplastik dari Glitter
Studi di Pantai Flamengo, Rio de Janeiro, menemukan bahwa glitter dan plastik kecil meningkat selama Karnaval. Penelitian 2024 menunjukkan sebagian besar mikroplastik di pasir berasal dari fragmen plastik seperti glitter dan partikel tetap tinggi setelah acara.