Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah menyatakan bahwa dagu manusia kemungkinan besar bukan adaptasi langsung. Peneliti menjelaskan bahwa simpanse dan banyak manusia purba tidak memiliki dagu, sehingga dagu menjadi ciri unik manusia modern yang membantu identifikasi fosil.
Penelitian ini dipimpin oleh seorang antropolog biologis dari University at Buffalo. Tim membandingkan sifat tengkorak pada kera dan manusia untuk melihat apakah perubahan dagu cocok dengan model netral acak atau akibat seleksi langsung. Mereka menggunakan istilah produk sampingan (spandrel) untuk menjelaskan bagaimana dagu bisa muncul tanpa fungsi khusus.
Kata-kata sulit
- adaptasi — perubahan untuk hidup lebih baik di lingkungan
- fosil — sisa tubuh atau jejak makhluk purba
- antropolog — ilmuwan yang mempelajari manusia dan budaya
- tengkorak — bagian kepala yang melindungi otak
- seleksi — proses pemilihan sifat karena keuntungan hidup
- manusia purba — manusia yang hidup pada zaman sangat lama
- produk sampingan — sesuatu yang muncul tanpa fungsi khusus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju bahwa dagu bukan adaptasi langsung? Jelaskan satu kalimat.
- Mengapa peneliti membandingkan tengkorak kera dan manusia?
- Pernahkah kamu melihat fosil di museum? Ceritakan satu pengalaman singkat.
Artikel terkait
Pterosaurus Mengembangkan Penerbangan dengan Cepat
Studi baru memakai CT scan untuk melihat rongga otak pterosaurus dan menemukan bahwa kemampuan terbang berkembang pesat sejak asal-usul kelompok itu. Peneliti membandingkan otak pterosaurus dengan kerabat tak terbang dan hewan purba lain.