Para peneliti menelaah rekaman fosil selama 145 juta tahun untuk memahami hiu dan pari modern. Tim mengumpulkan data dari lebih dari 20.000 catatan fosil mulai dari periode Kapur. Dengan metode baru, mereka merekonstruksi usia asal dan punah untuk sekitar 1.500 spesies.
Hasilnya menunjukkan bahwa spesies jauh lebih rentan dalam empat juta tahun pertama setelah muncul. Pola ini muncul sepanjang 145 juta tahun dan berlaku untuk berbagai penyebab kepunahan, termasuk kepunahan massal pada akhir Kapur sekitar 66 juta tahun lalu.
Para peneliti menyimpulkan bahwa usia spesies membantu memprediksi risiko kepunahan, dan hiu serta pari modern kini menghadapi tekanan tambahan dari aktivitas manusia.
Kata-kata sulit
- menelaah — memeriksa sesuatu dengan teliti untuk memahami
- rekaman — catatan atau bukti yang disimpan dari kejadian
- fosil — sisa atau jejak makhluk dari masa lalu
- merekonstruksi — membuat kembali gambaran atau urutan kejadian
- rentan — mudah terkena bahaya atau risiko
- kepunahan — kehilangan semua individu dari satu spesies
- menyimpulkan — mengambil keputusan atau akhir berdasarkan bukti
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa usia spesies penting untuk memprediksi risiko kepunahan?
- Bagaimana menurut Anda aktivitas manusia memberi tekanan pada hiu dan pari?
- Apakah data fosil bisa membantu melindungi spesies saat ini? Mengapa?
Artikel terkait
Penyakit Baru Mengancam Terumbu Karang Karibia
Institute of Marine Affairs memperingatkan tentang penyakit Stony Coral Tissue Loss Disease yang menyebar di Karibia dan mengancam banyak spesies karang. IMA melakukan latihan, pengobatan dan pendidikan untuk mempersiapkan kedatangan penyakit ini.
Burung Gunung di Barat Laut Pasifik Lebih Tangguh dari Perkiraan
Perbandingan ulang situs lapangan setelah 30 tahun menunjukkan sebagian besar populasi burung di Barat Laut Pasifik stabil atau bertambah di ketinggian lebih tinggi. Beberapa spesies, seperti Canada Jay, tetap memerlukan bantuan.
Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse Kibale
Studi jangka panjang di Kibale, Uganda, menunjukkan satu kelompok simpanse besar terpecah dan anggota salah satu bagian kemudian menyerang serta membunuh banyak mantan anggota. Temuan ini dipublikasikan di Science dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan sosial simpanse.
Masyarakat Adat Minta Perlindungan Hutan di COP30
Di COP30 di Belém, masyarakat adat dan komunitas lokal menuntut perlindungan hutan, pengakuan hak wilayah, dan akses langsung ke pembiayaan iklim. Tuntutan itu muncul setelah laporan GATC dan Earth Insight memetakan ancaman ekstraksi industri.