Dalam studi itu, 173 pasangan teman diminta melaporkan tingkat sinisme mereka sendiri dan menilai seberapa sinis mereka mengira temannya. Tim peneliti menggunakan pendekatan statistik untuk menguji apakah penilaian teman mencerminkan kenyataan atau sekadar proyeksi dari diri sendiri.
Hasilnya menunjukkan peserta hanya sedikit akurat menilai tingkat sinisme teman. Secara konsisten, peserta melaporkan teman mereka lebih baik hati dan lebih prososial daripada yang dilaporkan oleh teman itu sendiri. Selain itu, peserta yang sangat sinis cenderung melihat temannya juga sinis, sementara teman baru biasanya dinilai kurang sinis dibanding laporan diri mereka.
William Chopik, salah satu penulis dan dosen di departemen psikologi Michigan State University, mengatakan persahabatan penting bagi kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kesejahteraan. Ia menekankan perlunya keseimbangan: melihat teman cukup akurat untuk tahu siapa yang bisa dipercaya, namun cukup positif untuk mempertahankan kerja sama dan kedekatan.
Chopik menambahkan bahwa bias positif bisa membantu hubungan bertahan, tetapi juga bisa menutup mata pada perilaku problematik atau menaruh kepercayaan pada orang yang salah.
Kata-kata sulit
- sinisme — sikap skeptis dan curiga terhadap niat orang lain
- sinis — sikap meremehkan dan mencurigai orang lain
- proyeksi — memindahkan perasaan sendiri pada orang lain
- prososial — perilaku yang membantu dan mendukung orang lain
- akurat — tepat atau sesuai dengan kenyataan
- bias positif — penilaian yang condong ke hal positif tanpa objektivitas
- kesejahteraan — keadaan sehat, nyaman, dan hidup yang baik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menilai teman lebih positif daripada dia menilai dirinya sendiri? Ceritakan singkat mengapa.
- Bagaimana kamu bisa menyeimbangkan melihat teman secara akurat dan tetap positif dalam persahabatan sehari-hari?
- Menurutmu, kapan bias positif menjadi berbahaya dalam hubungan pertemanan?
Artikel terkait
Mengapa firma elit melatih lalu melepaskan karyawan
Sebuah studi menemukan bahwa firma profesional teratas sering merekrut dan melatih karyawan sebelum membiarkan banyak dari mereka pergi. Pola ini bukan kebetulan; firma menggunakan pergantian untuk memberi sinyal kemampuan dan meningkatkan laba.
Larangan Ekspor India Dorong Minat pada Padi Hibrida
Larangan ekspor beras India membuat banyak importir mencari swasembada dan memperluas produksi, termasuk ke Afrika. Para ahli menyarankan padi hibrida dan investasi riset, sementara China dan Filipina mengumumkan langkah terkait benih dan program dukungan.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.