Sebuah studi meminta 173 pasangan teman melaporkan tingkat sinisme mereka sendiri dan seberapa sinis mereka mengira temannya. Tim peneliti lalu memakai analisis statistik sederhana untuk memeriksa apakah penilaian itu akurat atau hanya proyeksi dari diri sendiri.
Hasil menunjukkan peserta agak tidak akurat, tetapi sering menilai teman lebih baik hati dan lebih prososial daripada laporan diri teman. Orang yang sangat sinis cenderung menilai temannya sinis juga. Teman yang baru dikenal terutama dinilai kurang sinis dibandingkan pengakuan diri mereka. Para peneliti menyarankan pandangan positif pada awal persahabatan mungkin membantu hubungan itu terbentuk dan berkembang.
Kata-kata sulit
- sinisme — sikap curiga atau negatif terhadap niat orang lain
- sinis — bersikap curiga atau mengejek niat orang lain
- proyeksi — menganggap perasaan sendiri ada pada orang lain
- akurat — tepat atau benar sesuai kenyataan
- pengakuan — pernyataan tentang perasaan atau sikap sendiri
- persahabatan — hubungan dekat dan berteman antara dua orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menilai teman baru lebih positif pada awal pertemanan? Mengapa?
- Mengapa menurutmu seseorang yang sinis mungkin melihat orang lain juga sinis?
Artikel terkait
Mengapa firma elit melatih lalu melepaskan karyawan
Sebuah studi menemukan bahwa firma profesional teratas sering merekrut dan melatih karyawan sebelum membiarkan banyak dari mereka pergi. Pola ini bukan kebetulan; firma menggunakan pergantian untuk memberi sinyal kemampuan dan meningkatkan laba.
Larangan Ekspor India Dorong Minat pada Padi Hibrida
Larangan ekspor beras India membuat banyak importir mencari swasembada dan memperluas produksi, termasuk ke Afrika. Para ahli menyarankan padi hibrida dan investasi riset, sementara China dan Filipina mengumumkan langkah terkait benih dan program dukungan.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.