Sebuah studi meminta 173 pasangan teman melaporkan tingkat sinisme mereka sendiri dan seberapa sinis mereka mengira temannya. Tim peneliti lalu memakai analisis statistik sederhana untuk memeriksa apakah penilaian itu akurat atau hanya proyeksi dari diri sendiri.
Hasil menunjukkan peserta agak tidak akurat, tetapi sering menilai teman lebih baik hati dan lebih prososial daripada laporan diri teman. Orang yang sangat sinis cenderung menilai temannya sinis juga. Teman yang baru dikenal terutama dinilai kurang sinis dibandingkan pengakuan diri mereka. Para peneliti menyarankan pandangan positif pada awal persahabatan mungkin membantu hubungan itu terbentuk dan berkembang.
Kata-kata sulit
- sinisme — sikap curiga atau negatif terhadap niat orang lain
- sinis — bersikap curiga atau mengejek niat orang lain
- proyeksi — menganggap perasaan sendiri ada pada orang lain
- akurat — tepat atau benar sesuai kenyataan
- pengakuan — pernyataan tentang perasaan atau sikap sendiri
- persahabatan — hubungan dekat dan berteman antara dua orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menilai teman baru lebih positif pada awal pertemanan? Mengapa?
- Mengapa menurutmu seseorang yang sinis mungkin melihat orang lain juga sinis?
Artikel terkait
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.
Penelitian: Turbin Angin Tidak Menyebabkan Masalah Kesehatan Besar
Peneliti dari tiga universitas meneliti apakah turbin angin menimbulkan masalah kesehatan. Mereka menggunakan data lokasi turbin, catatan pembelian, dan data longitudinal rumah tangga untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan.
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.