Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Marketing Research menemukan bahwa membeli barang atau layanan untuk dibagikan menimbulkan kecemasan yang lebih besar dibandingkan membeli untuk diri sendiri atau membeli untuk orang lain. Margaret Campbell dari University of California, Riverside bekerja sama dengan Sharaya Jones dari George Mason University sebagai penulis pertama studi ini.
Mereka menguji tiga jenis keputusan: memilih hanya untuk diri sendiri, memilih untuk orang lain, dan memilih untuk penggunaan bersama. Penelitian melibatkan lebih dari 2,000 peserta yang menilai kecemasan setelah membayangkan atau membuat pilihan dalam skenario seperti minuman untuk rapat, camilan untuk menonton film, anggur untuk pesta, atau aktivitas saat bepergian.
Hasil menunjukkan kecemasan paling kuat ketika pemilih tidak mengetahui preferensi orang lain atau mengira preferensi itu berbeda. Campbell mengatakan kecemasan timbul dari rasa tanggung jawab dan khawatir mengecewakan orang lain, bukan karena keputusan menjadi lebih sulit. Studi juga menyarankan cara praktis untuk mengurangi stres, misalnya menanyakan preferensi atau menawarkan beberapa pilihan.
Kata-kata sulit
- menerbitkan — keluarnya sebuah tulisan resmi ke publikditerbitkan
- menimbulkan — membuat sesuatu muncul atau terjadi
- kecemasan — perasaan khawatir atau tidak tenang
- memilih — menentukan satu opsi dari beberapa pilihan
- preferensi — pilihan atau selera seseorang terhadap sesuatu
- tanggung jawab — kewajiban untuk melakukan atau menjaga sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu merasa cemas saat memilih sesuatu untuk dibagikan? Ceritakan contoh dan penyebabnya.
- Apakah menurutmu menanyakan preferensi orang lain akan mengurangi kecemasan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Selain menanyakan preferensi atau menawarkan beberapa pilihan, cara apa yang bisa membantu mengurangi stres saat memilih untuk orang lain?
Artikel terkait
Film Romantis, Harapan, dan Realitas Hubungan
Dua ahli dari Virginia Tech mengatakan film-film romantis, dari Disney sampai Hallmark, membentuk harapan orang tentang hubungan. Mereka menyorot tren idealisasi, kurangnya keberagaman, dan risiko standar yang tidak realistis terhadap kehidupan nyata.
Uang, Menabung, dan Kebahagiaan Pasangan
Studi di Georgia meneliti lebih dari 100 pasangan tentang kebiasaan mengeluarkan dan menabung. Pasangan yang saling melihat sebagai penabung melaporkan kebahagiaan pernikahan dan kesejahteraan keuangan lebih tinggi, dan komunikasi dianggap membantu.
Laporan PBB: Pemasaran Susu Bubuk Merugikan Anak
Laporan terkait PBB memperingatkan bahwa pemasaran luas susu bubuk bayi mengurangi penyusuan dan merugikan kesehatan anak. WHO dan UNICEF menyebut menyusui dapat mencegah banyak kematian anak dan beberapa kematian akibat kanker payudara ibu setiap tahun.
Lajang pada orang muda dan kesejahteraan
Studi longitudinal dari University of Zurich mengikuti lebih dari 17.000 orang muda di Jerman dan Britania Raya. Hasil menunjukkan lajang jangka panjang terkait penurunan kepuasan hidup dan peningkatan kesepian; menjalin hubungan pertama meningkatkan beberapa aspek kesejahteraan.