Seiring chip tradisional mendekati batas fisiknya dan kebutuhan energi AI meningkat, peneliti mencari alternatif yang lebih hemat. Suchi Guha, profesor fisika di University of Missouri, mengatakan otak manusia sangat efisien karena melakukan tugas kompleks dengan sekitar 20 watt daya.
Kelompoknya mengembangkan komponen elektronik yang meniru sinaps, sambungan antar neuron yang memungkinkan belajar dan penyimpanan. Perangkat ini memakai transistor organik yang dirancang untuk menyimpan dan memproses informasi di tempat yang sama, bukan memisahkan memori dan pemrosesan seperti pada kebanyakan chip modern.
Dalam percobaan mereka, beberapa bahan organik yang tampak hampir identik menghasilkan kinerja berbeda. Tim menemukan bahwa antarmuka — batas tipis tempat semikonduktor bertemu isolator — menjadi faktor kunci. Studi ini menjelaskan bagaimana desain molekuler dan kualitas antarmuka memengaruhi perilaku sinaptik dan memberi prinsip panduan untuk membangun perangkat keras neuromorfik.
Penelitian ini diterbitkan di ACS Applied Electronic Materials, dengan rekan penulis dari Mizzou dan Hamad Bin Khalifa University; sumbernya University of Missouri.
Kata-kata sulit
- sinaps — sambungan antara dua neuron di otak
- transistor organik — komponen elektronik kecil yang mengatur arus listrik
- antarmuka — permukaan atau batas tempat dua bahan bertemu
- semikonduktor — bahan yang menghantarkan listrik sebagian
- isolator — bahan yang menghambat aliran listrik
- neuromorfik — berkaitan dengan perangkat mirip otak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda perangkat neuromorfik yang meniru otak bisa mengubah penggunaan energi komputer di kehidupan sehari-hari?
- Apakah Anda setuju perangkat yang menyimpan dan memproses informasi di tempat yang sama lebih baik? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Sebutkan satu contoh situasi di mana efisiensi energi perangkat elektronik sangat penting, dan mengapa.