Peneliti membuat prototipe headphone pintar yang memakai kecerdasan buatan untuk mengikuti ritme percakapan. Sistem mencoba mengenali siapa yang berbicara dan kapan, lalu mengurangi suara lain sehingga kata-kata lawan bicara lebih jelas.
Perangkat dapat mengenali peserta hanya dari beberapa detik suara dan bekerja pada perangkat keras komersial. Tim mempresentasikan temuannya di Suzhou, dan kode sumber proyek tersedia untuk diunduh. Pengujian dengan peserta menunjukkan bahwa suara yang disaring terasa jauh lebih jelas dibanding tanpa penyaringan.
Kata-kata sulit
- prototipe — model awal dari suatu produk
- kecerdasan buatan — program komputer yang bisa meniru pola pikir manusia
- ritme — aturan atau pola waktu dalam suara atau bicara
- mengenali — mengetahui atau membedakan orang atau suara
- mengurangi — mengambil sebagian sehingga menjadi lebih kecil
- penyaringan — proses memisah atau membuang bunyi yang tidak diinginkan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pikir headphone seperti ini berguna di tempat yang ramai? Mengapa?
- Pernahkah Anda mendengar suara yang disaring jadi lebih jelas? Ceritakan singkat.
- Apakah Anda mau memakai headphone yang mengenali pembicara? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.
Metode Baru Ubah Lumpur Menjadi Gas Alam Terbarukan
Studi uji coba menemukan pra-perlakuan lumpur plus bakteri khusus menghasilkan lebih banyak gas alam terbarukan dan menurunkan biaya pengolahan. Temuan ini dapat membantu pengolahan limbah lebih berkelanjutan dan menyediakan bahan bakar pengganti gas fosil.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.