Peneliti membuat prototipe headphone pintar yang memakai kecerdasan buatan untuk mengikuti ritme percakapan. Sistem mencoba mengenali siapa yang berbicara dan kapan, lalu mengurangi suara lain sehingga kata-kata lawan bicara lebih jelas.
Perangkat dapat mengenali peserta hanya dari beberapa detik suara dan bekerja pada perangkat keras komersial. Tim mempresentasikan temuannya di Suzhou, dan kode sumber proyek tersedia untuk diunduh. Pengujian dengan peserta menunjukkan bahwa suara yang disaring terasa jauh lebih jelas dibanding tanpa penyaringan.
Kata-kata sulit
- prototipe — model awal dari suatu produk
- kecerdasan buatan — program komputer yang bisa meniru pola pikir manusia
- ritme — aturan atau pola waktu dalam suara atau bicara
- mengenali — mengetahui atau membedakan orang atau suara
- mengurangi — mengambil sebagian sehingga menjadi lebih kecil
- penyaringan — proses memisah atau membuang bunyi yang tidak diinginkan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pikir headphone seperti ini berguna di tempat yang ramai? Mengapa?
- Pernahkah Anda mendengar suara yang disaring jadi lebih jelas? Ceritakan singkat.
- Apakah Anda mau memakai headphone yang mengenali pembicara? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.