Pada April dan Mei, lebih dari 2.000 orang di Amerika Serikat menjawab survei tentang kecerdasan buatan. Sikap warga terbagi rata: sekitar sepertiga positif, sepertiga negatif, dan sepertiga campuran. Pengguna terampil yang memakai AI setiap hari menunjukkan tingkat pandangan positif yang jauh lebih tinggi, sementara mereka yang hanya mencoba AI beberapa kali jauh lebih rendah. Orang dewasa muda juga lebih positif dan pekerja muda merasa lebih tertekan untuk memakai AI di tempat kerja. Pendukung dari kedua partai besar memiliki perasaan yang serupa terhadap teknologi ini.
Kebanyakan responden mendukung hak untuk berinteraksi dengan manusia dalam situasi penting. Lebih dari 70% ingin pilihan manusia dalam layanan medis, proses hukum, pendidikan, dan layanan pemerintahan. Ada dukungan kuat untuk aturan privasi dan transparansi: 75% ingin diberi tahu saat berinteraksi dengan AI, 73% ingin melarang AI menggunakan wajah dan suara individu, dan 68% ingin label pada gambar dan video yang dihasilkan AI.
Kepercayaan terhadap AI bervariasi menurut tugas. Survei melaporkan kepercayaan untuk mencari informasi (67%), melaporkan pajak (42%), menciptakan seni atau musik (57%), menjadi rekan kerja (32%), dan mengelola pensiun (33%). Banyak orang tidak mempercayai AI untuk memberi nasihat medis (63% tidak percaya), mengajar di sekolah menengah (69% tidak percaya), memutuskan perkara pengadilan (81% tidak percaya), atau mengemudikan mobil (76% tidak percaya). Sekitar enam dari 10 orang dewasa memperkirakan AI akan memperlebar ketidaksetaraan.
Usulan "dividen digital" yang dibiayai pajak pada perusahaan teknologi besar mendapat dukungan dari Partai Republik (52%), Partai Demokrat (60%) dan pemilih independen (52%). Para peneliti, termasuk Christopher Honey, mengatakan mereka terkejut bahwa pengguna harian AI juga mendukung regulasi. Tim peneliti berencana mengulang survei ini setiap tahun dan hasil lengkap tersedia di futurerealities.org. Sumber penelitian adalah Johns Hopkins University.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru kemampuan manusia
- responden — orang yang menjawab survei atau kuesioner
- privasi — hak atas informasi pribadi dan kerahasiaan
- transparansi — kejelasan tentang bagaimana sesuatu dilakukan atau digunakan
- kepercayaan — keyakinan atau rasa aman terhadap sesuatu atau orang
- ketidaksetaraan — perbedaan besar dalam kesempatan atau sumber daya
- dividen digital — pembagian keuntungan teknologi kepada masyarakat lewat pajak
- mengulang — melakukan sesuatu lagi pada waktu berikutnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda sendiri lebih percaya atau tidak percaya pada AI untuk memberi nasihat medis? Jelaskan alasan singkat.
- Bagaimana menurut Anda usulan 'dividen digital' bisa mempengaruhi masyarakat di negara Anda?
- Jika Anda bekerja, apakah Anda merasa tertekan untuk memakai AI di tempat kerja seperti disebutkan dalam artikel? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Studi: AI Tidak Membuat Menulis Lebih Mudah bagi Mahasiswa
Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan AI generatif sering menambah tuntutan kognitif saat menulis. Peneliti mengikuti mahasiswa dalam kursus tentang AI dan menulis, lalu menyimpulkan AI perlu digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, peran manusia.
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.