Pada April dan Mei, lebih dari 2.000 orang di Amerika Serikat menjawab jajak pendapat tentang kecerdasan buatan (AI). Secara keseluruhan sikap warga terbagi rata: sekitar sepertiga positif, sepertiga negatif, dan sepertiga campuran. Perbedaan muncul menurut penggunaan dan usia: pengguna terampil yang memakai AI setiap hari jauh lebih positif (80%), sedangkan orang yang hanya mencoba AI beberapa kali jauh lebih rendah (24%). Orang dewasa usia 18–29 lebih positif (41%) dibandingkan usia 60 ke atas (18%). Pekerja muda merasa lebih tertekan untuk memakai AI di tempat kerja (hampir 50%) dibandingkan sekitar 20% orang dewasa usia 60 ke atas. Partai Republik dan Partai Demokrat melaporkan perasaan yang serupa terhadap teknologi ini.
Kebanyakan responden mendukung "hak untuk bertemu manusia" dan ingin pilihan untuk menghindari AI dalam situasi penting. Lebih dari 70% menginginkan hak berinteraksi dengan manusia dalam layanan medis, proses hukum, pendidikan, dan layanan pemerintahan; preferensi manusia tertinggi untuk perawatan medis (79%), proses hukum (76%) dan pendidikan (74%). Ada dukungan kuat untuk aturan yang melindungi privasi dan meningkatkan transparansi: 75% ingin diberi tahu ketika mereka berinteraksi dengan AI, 73% ingin melarang AI menggunakan wajah dan suara individu, dan 68% ingin label pada gambar dan video yang dihasilkan AI.
Tingkat kepercayaan terhadap AI sangat berbeda menurut tugas. Survei mencatat kepercayaan agak atau sangat untuk mencari informasi faktual (67%), melaporkan pajak (42%), menciptakan seni atau musik (57%), menjadi rekan kerja (32%), dan mengelola pensiun (33%). Sebaliknya, mayoritas tidak mempercayai AI banyak atau sama sekali untuk memberi nasihat medis (63% tidak percaya), mengajar di sekolah menengah (69% tidak percaya), memutuskan perkara pengadilan (81% tidak percaya), dan mengemudikan mobil (76% tidak percaya).
Sekitar enam dari 10 orang dewasa memperkirakan AI akan memperlebar ketidaksetaraan dalam dekade berikutnya. Usulan "dividen digital" yang dibiayai pajak pada perusahaan teknologi besar mendapat dukungan Partai Republik (52%), Partai Demokrat (60%) dan pemilih independen (52%). Sekitar empat dari 10 mengharapkan perusahaan teknologi besar memperoleh kekuasaan paling besar, kurang dari 1 dari 10 mengharapkan individu, dan hampir 1 dari 5 berpikir sistem AI akan mendapatkan kekuasaan paling besar.
Peneliti mencatat bahwa pengguna harian AI dan orang yang memandang AI secara positif juga menginginkan regulasi, menurut Christopher Honey dari Johns Hopkins University. Rolando Masís-Obando mengatakan tim berencana mengulang jajak pendapat ini setiap tahun untuk memantau perubahan opini. Temuan lengkap dan metodologi tersedia di futurerealities.org. Hasil disampaikan pada konferensi The Future of Our Realities 2026 di Hopkins Bloomberg Center di Washington, DC. Pekerjaan ini didukung oleh Nexus Award Johns Hopkins University.
Kata-kata sulit
- jajak pendapat — survei singkat untuk mengukur pendapat orang
- pengguna terampil — orang yang mahir memakai teknologi setiap hari
- privasi — hak atas data pribadi dan kerahasiaan informasi
- transparansi — keterbukaan tentang bagaimana sesuatu dibuat atau dipakai
- kepercayaan — keyakinan bahwa sesuatu dapat diandalkan atau benar
- regulasi — aturan resmi untuk mengendalikan atau membatasi sesuatu
- metodologi — cara sistematis untuk melakukan penelitian atau survei
- dividen digital — pembagian manfaat teknologi yang dibiayai publik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda pengguna harian AI lebih positif terhadap teknologi ini? Berikan alasan dan contoh.
- Bagaimana pelaksanaan "hak untuk bertemu manusia" bisa memengaruhi layanan medis, pendidikan, atau pemerintahan di negara Anda?
- Apakah Anda setuju perusahaan teknologi besar harus membiayai dividen digital? Jelaskan keuntungan dan kerugian menurut Anda.
Artikel terkait
Algoritma menjelaskan perubahan propana jadi propilena
Tim di University of Rochester membuat algoritma yang menunjukkan fitur atomik penting saat katalis nanoskala mengubah propana menjadi propilena. Temuan ini menyoroti pertumbuhan oksida di situs logam cacat dan potensi aplikasi industri.
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.
Victoria mengesahkan perjanjian formal pertama dengan First Peoples
Parlemen Negara Bagian Victoria mengesahkan perjanjian formal pertama Australia dengan First Peoples setelah sepuluh tahun kerja. Undang‑undang itu menetapkan tiga badan utama, dana infrastruktur, dan memicu dukungan serta penentangan publik.