- Para peneliti membuat headphone pintar baru untuk uji coba ilmiah.
- Headphone ini membantu orang di tempat yang sangat bising.
- Alat ini memperjelas suara lawan bicara di ruang ramai.
- Headphone memisahkan suara dari kebisingan latar belakang yang mengganggu.
- Sistem bekerja hanya dengan suara, tanpa perlu implan.
- Headphone mulai aktif saat pemakai mulai berbicara.
- Tim menguji alat itu dalam pengujian dengan beberapa peserta.
- Hasil uji menunjukkan suara yang disaring lebih mudah dimengerti oleh peserta.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- headphone pintar — alat telinga elektronik yang cerdas
- bising — bunyi keras yang mengganggu orang lain
- memisahkan — membuat dua bagian menjadi terpisah
- implan — alat kecil yang ditanamkan ke tubuh
- pengujian — proses mencoba alat untuk melihat hasil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda memakai headphone di tempat bising?
- Apakah Anda ingin mencoba headphone pintar ini?
- Di situasi apa headphone ini berguna?
Artikel terkait
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Jurnalis Minta Bantuan untuk Lawan Berita Palsu AI
Perwakilan media dari negara berpenghasilan rendah dan menengah meminta kelompok jurnalis China membantu melawan berita palsu yang dibuat oleh AI pada forum Belt and Road di Ganzhou. Mereka menuntut label jelas pada konten AI dan tindakan terhadap platform.
AI memperkuat prakiraan monsun dan membantu petani India
Alat AI seperti NeuralGCM meningkatkan prakiraan monsun di India. Pada musim panas ini, 38 million farmers menerima prakiraan empat minggu sebelum monsun, dan proyek ini akan diperluas ke banyak negara untuk membantu petani merencanakan tanam.
Jeda Singkat di Media Sosial untuk Kurangi Misinformasi
Peneliti dari University of Copenhagen meneliti cara sederhana untuk memperlambat penyebaran misinformasi di media sosial. Mereka menemukan bahwa menambah jeda kecil dan elemen pembelajaran dapat mengurangi pembagian impulsif dan meningkatkan kualitas unggahan yang dibagikan.