Di Madagaskar demonstrasi dimulai pada 25 September karena pemadaman listrik yang lama dan kekurangan air. Kemarahan itu meluas menjadi protes terhadap korupsi, ketidaksetaraan dan ketidakamanan pangan, serta seruan agar presiden mundur. Pada 12 Oktober Presiden Andry Rajoelina menghilang dari pandangan publik; kemudian dilaporkan ia melakukan perjalanan lewat pulau Reunion milik Prancis menuju Dubai.
Protes sebagian besar berlangsung damai dan diorganisir lewat media sosial, tetapi aparat keamanan menggunakan penindasan keras. Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan 22 orang tewas. Seorang penasihat khusus presiden mengatakan di TV5 Monde tidak ada kematian, pernyataan yang ditolak oleh para pengunjuk rasa. Para demonstran menggunakan simbol tengkorak dan tulang bersilang dari manga One Piece dengan tambahan topi khas Malagasy.
Kaum muda juga mengkritik tanda-tanda kekayaan di kota, seperti bangunan baru dan mobil besar, sementara banyak warga kekurangan layanan dasar. Mereka menolak proyek mahal seperti stadion sepak bola baru dan kereta gantung listrik saat terjadi kekurangan listrik dan air. Relawan, dokter dan pengacara memberi bantuan pada para pengunjuk rasa yang terluka atau butuh bantuan hukum.
Kata-kata sulit
- protestasi — Tindakan mengekspresikan ketidakpuasan.
- keadilan — Kondisi atau sikap yang adil.
- korupsi — Penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi.
- perubahan — Proses menjadi berbeda dari sebelumnya.
- masyarakat — Sekelompok orang yang hidup bersama.
- pendidikan — Proses belajar dan pengajaran.
- kesadaran — Kemampuan untuk memahami situasi dan keadaan.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting bagi pemuda untuk terlibat dalam protes?
- Apa peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran?
- Bagaimana cara masyarakat bisa mengatasi warisan kolonial?
Artikel terkait
Unjuk Rasa Pelajar di Nepal Memicu Bentrokan Fatal
Pada awal September 2025 unjuk rasa pelajar di Kathmandu berkembang menjadi bentrokan setelah polisi menembak ke kerumunan; setidaknya 19 orang tewas. Pemerintah menunjuk Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara dan menjanjikan penyelidikan serta pemilihan baru.