Gerakan kaum muda di Madagaskar dan Maroko menunjukkan kemarahan terhadap layanan publik yang buruk, korupsi dan ketidaksetaraan. Di Madagaskar protes dimulai pada 25 September setelah pemadaman listrik berkepanjangan dan kekurangan air, lalu berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas. Pada 12 Oktober Presiden Andry Rajoelina menghilang, dan kemudian dilaporkan melakukan perjalanan lewat pulau Reunion milik Prancis menuju Dubai. Demonstrasi diorganisir lewat media sosial dan sebagian besar damai, tetapi aparat memakai penindasan keras; Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan 22 orang tewas.
Para pengunjuk rasa mengkritik kontras antara kemewahan di kota—bangunan baru, mobil besar—dan kondisi banyak warga tanpa layanan dasar. Mereka menentang proyek mahal seperti stadion dan kereta gantung listrik yang dinilai tidak peka saat terjadi kekurangan listrik dan air. Kaum muda juga mengadopsi simbol tengkorak dan tulang bersilang dari manga One Piece, dengan topi khas Malagasy, dan pawai terjadi di ibu kota, kota lain serta komunitas diaspora.
Madagaskar kaya sumber daya: penemuan dan tambang baru membawa safir, emas, grafit dan kobalt, dan negara memproduksi vanila, lici, kakao dan kopi. Meski begitu, rata-rata warga lebih miskin daripada 20 tahun lalu dan 75% hidup di bawah garis kemiskinan. Perusahaan internasional dipandang kurang peduli terhadap lingkungan. Pernyataan presiden bahwa penduduk miskin di pedesaan "tetap bahagia" semakin memicu kemarahan publik.
Sejarah kolonial juga memainkan peran penting. Ingatan tentang pemberontakan antikolonial 1947, dengan perkiraan korban sekitar 100,000, masih kuat. Kritikus menyoroti hubungan politik dengan Prancis, termasuk kudeta 2009, persembunyian di kedutaan Prancis dan naturalisasi Prancis pada 2014; Pasal 46 konstitusi Madagaskar melarang seorang presiden memegang kewarganegaraan Prancis. Kaum muda di seluruh Afrika mengatakan mereka merasakan ketidakadilan berlanjut dan menuntut pengakuan serta akuntabilitas atas kejahatan masa lalu.
- Dokter sukarela merawat yang terluka.
- Pengacara memberikan bantuan hukum gratis.
- Tetangga berbagi makanan dan dukungan.
Kata-kata sulit
- korupsi — penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi
- penindasan — tindakan kejam menekan kelompok atau protes
- diaspora — komunitas orang dari negara yang tinggal di luar
- akuntabilitas — tanggung jawab untuk tindakan dan konsekuensinya
- naturalisasi — proses memberi seseorang kewarganegaraan baru
- garis kemiskinan — batas penghasilan untuk mengukur kemiskinan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana proyek mahal seperti stadion atau kereta gantung bisa mempengaruhi kepercayaan publik saat ada kekurangan listrik dan air? Beri alasan.
- Media sosial memfasilitasi organisasi demonstrasi menurut teks. Bagaimana menurut Anda peran media sosial dalam protes modern di negara lain?
- Teks menyebut tuntutan pengakuan dan akuntabilitas atas kejahatan masa lalu. Langkah apa yang realistis untuk mencapai akuntabilitas menurut Anda?
Artikel terkait
Membaca untuk Kesenangan Menurun di AS
Di Amerika Serikat, kebiasaan membaca untuk kesenangan turun pada anak dan orang dewasa. Peneliti dari University of Miami menyebut media sosial, permainan, dan keterbatasan akses buku sebagai penyebab dan memberi saran praktis untuk mendorong membaca.
Media Sosial: Manfaat dan Risiko Informasi
Media sosial memberi dukungan dan informasi, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian, kebohongan, dan bahaya nyata. Perubahan kebijakan dan teknologi—termasuk keputusan Meta Januari 2025 dan AI generatif—memperbesar manfaat sekaligus risiko.
Pria Muda di Korea Selatan Beralih ke Kanan
Survei dan hasil pemilu menunjukkan banyak pria muda di Korea Selatan berpindah ke kanan politik, menciptakan kesenjangan gender besar soal feminisme, redistribusi, dan imigrasi. Meski begitu, sebagian besar pria muda tetap mematuhi aturan politik.