Indeks Antimikroba 2026 yang dirilis pada Selasa (10 Maret) menemukan bahwa produksi antibiotik baru oleh perusahaan besar melambat dalam lima tahun terakhir. Jumlah kandidat obat menyusut sebesar 35 persen sejak 2021.
Laporan itu juga menunjukkan kekurangan khusus untuk anak: hanya 14 persen obat yang sedang dikembangkan ditujukan untuk anak di bawah lima tahun. Di Sub-Sahara Afrika, 17 negara tidak memiliki antibiotik anak dari perusahaan yang dinilai. Para ahli menyerukan insentif dan rencana akses yang lebih baik agar obat tersedia untuk anak-anak.
Kata-kata sulit
- antimikroba — zat yang membunuh atau menghentikan mikroorganisme
- kandidat — calon obat yang sedang dikembangkan atau diuji
- menyusut — berkurang jumlahnya menjadi lebih sedikit
- kekurangan — keadaan jumlah sesuatu tidak cukup
- insentif — dorongan atau dukungan untuk mendorong tindakan
- tersedia — ada dan bisa diperoleh atau digunakan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa para ahli menyerukan insentif dan rencana akses?
- Bagaimana menurutmu ketersediaan obat untuk anak bisa ditingkatkan?
- Apakah di tempatmu mudah mendapatkan obat khusus anak? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Remaja di Hong Kong Menggunakan Chatbot sebagai Teman Emosional
Laporan 12 Oktober 2025 menunjukkan remaja di Hong Kong memakai chatbot seperti Xingye dan Character.AI untuk dukungan emosional. Para ahli peringatkan risiko, dan beberapa pengembang mencoba membuat alat yang lebih aman.
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.
Pembakaran plastik untuk bahan bakar di kota berpendapatan rendah dan menengah
Sebuah studi di 26 negara menemukan pembakaran limbah plastik sebagai bahan bakar rumah tangga umum di kota-kota berpendapatan rendah dan menengah. Peneliti menjelaskan penyebab, risiko kesehatan, dan solusi yang diusulkan oleh peserta.