Sebuah penelitian baru mengeksplorasi alasan biologis di balik pelebaran pupil ketika seseorang mengalami keterkejutan. Studi ini menjelaskan bahwa saat individu menghadapi informasi yang tidak terduga, pupil mereka cenderung melebar sebagai tanda respons fisiologis.
Respons fisik ini membantu otak beradaptasi dengan situasi baru. Peristiwa yang mengejutkan memicu aktivitas di bagian otak yang menjadi sumber utama norepinefrin. Zat kimia ini mendorong respons stres pada tubuh. Aktivitas tersebut berkorelasi dengan perubahan ukuran pupil serta gelombang otak yang diukur oleh para peneliti.
Untuk mempelajari hal ini, para peneliti merancang sebuah eksperimen dengan 63 partisipan. Para peserta membuat prediksi mengenai kotak-kotak berwarna di layar sementara para peneliti melacak data fisiologis mereka.
Temuan menunjukkan bahwa informasi yang mengejutkan memicu pelebaran pupil serta gelombang otak yang lebih kuat. Reaksi ini membantu mengurangi bias dan menyesuaikan proses pembelajaran. Otak menyesuaikan diri dengan informasi baru, yang memungkinkan para peserta untuk belajar lebih cepat serta membuat prediksi masa depan yang lebih baik.
Kata-kata sulit
- keterkejutan — rasa kaget karena sesuatu yang tiba-tiba datang
- melebar — menjadi lebih luas atau lebih besar ukurannya
- memicu — menyebabkan suatu hal atau reaksi mulai terjadi
- melacak — mengikuti atau mengamati perkembangan sesuatu secara teliti
- prediksi — perkiraan tentang apa yang akan terjadi nanti
- bias — kecenderungan yang memengaruhi penilaian secara tidak adil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda rasa terkejut bisa membantu manusia belajar dan mengingat hal baru dengan lebih baik?
- Ceritakan pengalaman Anda saat menghadapi situasi yang tidak terduga dan bagaimana reaksi tubuh Anda saat itu!
Artikel terkait
Dua Sistem Terinspirasi Alam untuk Menjaga Panel Surya dari Debu
Peneliti Mesir mengembangkan dua sistem terinspirasi alam untuk membersihkan debu gurun dari panel surya. Satu sistem pakai getaran listrik dan lapisan nano, dan satu lagi digerakkan angin; uji lapang menunjukkan pengurangan kehilangan output.
Molekul Baru Menyimpan Energi Surya untuk Panas Malam
Para peneliti UC Santa Barbara mengembangkan molekul organik bernama pyrimidone yang menangkap cahaya matahari, menyimpan energi dalam ikatan kimia, dan melepaskannya sebagai panas saat diperlukan. Material ini larut dalam air dan dapat dipompa melalui kolektor surya.