Para peneliti dari Texas A&M University Naresh K. Vashisht College of Medicine, dipimpin Ashok Shetty bersama Madhu Leelavathi Narayana dan Maheedhar Kodali, melaporkan terapi semprotan hidung yang mengantarkan vesikel ekstraseluler (EVs) berisi mikroRNA ke otak pada model praklinis.
Dua dosis semprotan mengurangi peradangan otak, memulihkan fungsi mitokondria neuron, dan memperbaiki memori. Efek terlihat dalam beberapa minggu dan bertahan selama berbulan-bulan. Pemberian lewat hidung membantu EVs melewati penghalang pelindung otak dan diserap oleh sel imun residen.
Peneliti melaporkan bahwa mikroRNA menekan jalur yang mendorong peradangan kronis, termasuk inflammasom NLRP3 dan pensinyalan cGAS–STING, serta mengurangi stres oksidatif. Hasil perilaku menunjukkan peningkatan pengenalan objek dan deteksi perubahan lingkungan pada kedua jenis kelamin. Peneliti telah mendaftarkan paten AS dan menerima dukungan dari National Institute on Aging, tetapi diperlukan studi lanjutan untuk menguji keamanan dan dosis pada manusia.
Kata-kata sulit
- vesikel ekstraseluler — partikel kecil yang dilepaskan sel ke luar
- mikroRNA — molekul kecil RNA yang mengatur ekspresi gen
- peradangan — reaksi tubuh terhadap cedera atau infeksi
- mitokondria — bagian sel yang menghasilkan energi untuk sel
- inflammasom — kompleks protein yang memicu respon peradangan
- pensinyalan — komunikasi antar sel melalui molekul sinyal
- stres oksidatif — kerusakan sel akibat molekul oksigen aktif berlebih
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda pemberian lewat hidung lebih mudah untuk pasien dibandingkan cara lain? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Apa risiko atau hal yang perlu diuji lebih lanjut sebelum terapi ini digunakan pada manusia?
- Bagaimana hasil perbaikan memori dan fungsi sel dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien jika terapi ini berhasil?
Artikel terkait
Kecerdasan Terbentuk oleh Jaringan Otak yang Terkoordinasi
Peneliti memakai pencitraan otak untuk melihat bagaimana kecerdasan muncul. Mereka menemukan kecerdasan berasal dari kerja banyak bagian otak yang terintegrasi dan terkoordinasi, bukan dari satu wilayah tunggal, dan temuan ini punya implikasi untuk perkembangan dan sistem buatan.
Tes darah dengan piRNA prediksi kelangsungan hidup lansia
Penelitian menemukan bahwa molekul kecil bernama piRNA dalam darah dapat memprediksi kemungkinan bertahan hidup dua tahun pada orang berusia lanjut. Temuan ini berasal dari analisis sampel darah dan dipublikasikan di jurnal Aging Cell.
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.