Masyarakat adat, hutan, dan janji Indonesia di COP30CEFR A1
26 Jan 2026
Diadaptasi dari Arpan Rachman, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Vagamood Sundaze, Unsplash
- COP30 di Belém, Brasil, pada 2025.
- Masyarakat adat mendapat sorotan penting.
- Mereka disebut penjaga hutan.
- Di Indonesia ada tekanan besar.
- Proyek pembangunan mengancam tanah adat.
- Beberapa proyek berarti pembangkit dan bendungan.
- Tanah adat banyak diambil paksa.
- AMAN bicara tentang kekerasan dan kriminalisasi.
- Kelompok adat minta pengakuan dan perlindungan.
Kata-kata sulit
- masyarakat adat — Kelompok orang yang punya tradisi lama
- penjaga — Orang yang merawat dan melindungi tempat
- tekanan — Kekuatan atau dorongan yang sulit
- pembangunan — Proses membuat bangunan atau proyek baru
- mengancam — Membuat sesuatu jadi berbahaya atau hilang
- kriminalisasi — Menuduh atau memperlakukan seseorang sebagai penjahat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu tahu masyarakat adat di negara kamu?
- Apakah menurutmu penting melindungi hutan?
- Apakah ada proyek pembangunan dekat rumahmu?
Artikel terkait
Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai
Huai Hin Lad Nai, desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai, mengalami banjir dan longsor pada September 2024. Penelitian Februari 2025 menyebut iklim dan penebangan masa lalu sebagai faktor, sementara komunitas ingin gabungkan pengetahuan adat dan sains.
Suara Masyarakat Adat dan Sipil di COP30 Belém
COP30 di Belém menonjol karena kehadiran masyarakat sipil dan kenaikan partisipasi masyarakat adat. Konferensi mengakui hak teritorial adat dan meluncurkan inisiatif dana hutan, sementara aksi jalan dan pawai besar menyuarakan tuntutan sosial.
Pemanasan Mengurangi Emisi Nitrogen di Beberapa Tanah Hutan
Studi lapangan menunjukkan pemanasan tidak selalu meningkatkan pelepasan nitrogen. Di lokasi yang lebih kering, pemanasan cenderung mengurangi emisi gas dari tanah, sedangkan di hutan yang lebih basah emisi justru meningkat.
Perempuan dan Imersi Hutan oleh RADD di Kamerun
RADD mengadakan kegiatan imersi hutan untuk perempuan pada 17 November 2025 di Kamerun, bertepatan dengan COP30 di Belém, Brasil (10–21 November 2025). Kegiatan ini ingin menguatkan hubungan perempuan dengan hutan dan solusi iklim lokal.
Investasi Tiongkok dan Ancaman pada Hutan Cekungan Kongo
Hutan Cekungan Kongo dan masyarakat adat menghadapi tekanan dari aktivitas investasi dan penebangan. Organisasi lokal dan peneliti mengatakan kegiatan itu mempercepat hilangnya hutan dan mengancam mata pencaharian serta pengetahuan tradisional.