Kebakaran Besar di Tai Po, Banyak Pekerja Rumah Tangga Jadi KorbanCEFR B2
19 Des 2025
Diadaptasi dari Kelly Yu, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Hayley Kee, Unsplash
Pada 26 November kebakaran hebat melanda komplek perumahan di Tai Po, Hong Kong, menghancurkan tujuh dari delapan blok dan menewaskan ratusan orang. Otoritas melaporkan sedikitnya 160 korban tewas dan enam orang masih dinyatakan hilang. Di antara korban ada sepuluh pekerja rumah tangga migran, sembilan dari Indonesia dan satu dari Filipina.
Penyelidikan awal menyimpulkan bahwa papan busa dan jaring perancah yang tidak memenuhi standar, yang dipakai selama renovasi panjang, mempercepat penyebaran api. Para penyintas menceritakan bahwa alarm kebakaran gagal berbunyi sehingga asap cepat memenuhi tangga darurat dan menghambat evakuasi. Beberapa pekerja kehilangan dokumen, pekerjaan, dan barang berharga dalam satu malam.
Kelompok kemanusiaan dan pekerja sosial memberikan bantuan langsung kepada para penyintas. Johannie Tong dari Mission for Migrant Workers mengatakan sekitar 90 pekerja domestik menerima bantuan dan memperingatkan potensi keterlambatan kompensasi serta kesulitan pengiriman uang ke keluarga di luar negeri. Seorang penyelamat, yang kemudian kontraknya diputus, kini tinggal di penampungan karena aturan yang mengharuskan pembantu asing meninggalkan Hong Kong dalam dua minggu setelah pemutusan kontrak; aktivis meminta perpanjangan waktu dan kebijakan yang lebih fleksibel.
Aktivis juga mendesak langkah praktis segera:
- mempercepat pemulangan jenazah;
- memberi panduan lebih jelas soal klaim kompensasi dan biaya medis;
- mengubah aturan keberangkatan mendadak untuk melindungi penyintas dan keluarga berduka.
Avril Rodrigues dari HELP for Domestic Workers mengatakan diperlukan koordinasi jangka panjang antara Departemen Tenaga Kerja dan otoritas imigrasi untuk memastikan perlindungan hukum dan dukungan berkelanjutan bagi penyintas serta keluarga yang berduka.
Kata-kata sulit
- kebakaran — peristiwa api yang merusak bangunan
- komplek perumahan — kumpulan rumah atau blok hunian yang berdekatan
- penyelidikan — usaha mencari fakta tentang suatu kejadian
- perancah — struktur sementara untuk kerja di bagian tinggi
- papan busa — lembar material ringan yang sering dipasang sementara
- penyintas — orang yang selamat dari sebuah bencana atau kecelakaan
- kompensasi — ganti rugi atau pembayaran untuk kerugian
- penampungan — tempat sementara bagi orang yang kehilangan rumah
- memutus — mengakhiri perjanjian atau hubungan kerjadiputus
- evakuasi — pemindahan orang dari tempat berbahaya ke aman
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana keterlambatan kompensasi bisa mempengaruhi keluarga pekerja migran di luar negeri?
- Apa keuntungan dan tantangan jika aturan keberangkatan mendadak untuk pembantu asing diubah?
- Langkah koordinasi apa yang mestinya dilakukan antara Departemen Tenaga Kerja dan otoritas imigrasi untuk membantu penyintas?
Artikel terkait
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Banyak Komunitas Pesisir Mundur ke Darat Selama 30 Tahun
Sebuah studi global menggunakan data cahaya malam satelit menemukan banyak komunitas pesisir berpindah ke darat dalam 30 tahun. Mundurnya pemukiman lebih terkait kerentanan sosial dan keterbatasan infrastruktur, sementara daerah miskin sering tidak mampu mundur.
Pendapatan Kreator Digital Afrika Masih Rendah Meski Sektor Tumbuh
Laporan Africa Creator Economy Report 2.0, dipublikasikan di Lagos pada Januari 2026, menunjukkan sektor kreatif digital bernilai miliaran dolar. Namun banyak kreator di Afrika mendapat penghasilan kecil dan menghadapi masalah pembayaran dan AI.