Para ilmuwan planet selama ini memperdebatkan sejauh mana material dari luar tata surya menyumbang pada pembentukan Bumi. Banyak studi sebelumnya menyarankan 6–40% material Bumi bisa datang dari luar orbit Jupiter, karena material jauh itu diduga membawa unsur mudah menguap seperti air.
Peneliti Paolo Sossi dan Dan Bower dari ETH Zurich menelaah kembali rasio isotop pada berbagai meteorit, termasuk sampel dari Mars dan Vesta. Mereka memakai data dari sepuluh sistem isotop dan metode statistik khusus, sedangkan pekerjaan sebelumnya sebagian besar hanya menggunakan dua sistem isotop.
Analisis yang lebih luas ini membuat tim menyimpulkan bahwa Bumi tersusun sepenuhnya dari material tata surya bagian dalam. Material dari tata surya bagian luar kemungkinan menyumbang kurang dari 2% atau mungkin tidak sama sekali. Studi ini juga membedakan meteorit non-karbonase (dari bagian dalam) dan karbonase (dari luar), lalu menemukan Bumi mirip dengan Vesta dan Mars.
Kata-kata sulit
- isotop — varian unsur dengan jumlah neutron berbeda
- meteorit — batuan dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi
- karbonase — jenis meteorit yang berasal dari daerah luar tata suryanon-karbonase
- rasio — perbandingan jumlah dua atau lebih nilai
- menyumbang — memberi bagian atau kontribusi pada sesuatu
- tata surya — sistem planet dan benda langit yang mengelilingi matahari
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil bahwa Bumi mirip dengan Vesta dan Mars mengubah pandangan Anda tentang asal air di Bumi? Jelaskan alasan singkat.
- Jika material luar tata surya hanya menyumbang kurang dari 2%, apa implikasi sederhana untuk pencarian sumber air di planet lain?
- Bagaimana Anda menilai pentingnya menggunakan lebih banyak sistem isotop dalam penelitian seperti ini? Beri satu atau dua alasan.
Artikel terkait
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.
Cahaya Mengendalikan Jaringan Protein untuk Sel Buatan
Para peneliti mengembangkan cara mengendalikan jaringan protein yang berkontraksi dengan melepaskan kalsium menggunakan cahaya. Metode ini meniru pulsa kalsium pada organisme dan bisa membantu aktuasi terkontrol untuk sel buatan pengantar obat.