- Sebuah tim astronom menemukan dua planet yang bertabrakan di angkasa.
- Peristiwa itu terjadi jauh di sistem bintang yang lain.
- Cahaya bintang Gaia20ehk tiba-tiba menjadi tidak stabil dan berkedip.
- Banyak batu dan debu lewat di depan bintang.
- Debu itu sering menghalangi cahaya sehingga redup.
- Debu juga sangat panas dan memancarkan cahaya inframerah.
- Peneliti memeriksa data teleskop lama untuk mencari bukti.
- Penemuan ini membantu memahami bagaimana planet dapat terbentuk.
- Temuan ini menarik bagi ilmuwan luar angkasa.
Kata-kata sulit
- astronom — ilmuwan yang mempelajari ruang angkasa
- bertabrakan — dua benda saling menabrak satu sama lain
- planet — benda besar yang mengelilingi bintang
- debu — partikel kecil yang ada di angkasa
- inframerah — cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang
- teleskop — alat untuk melihat benda jauh di angkasa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat bintang yang berkedip?
- Apakah kamu tertarik mempelajari planet?
- Pernahkah kamu melihat gambar debu angkasa?
Artikel terkait
Bakteri Dapat Bertahan dari Tumbukan Asteroid
Studi baru menemukan mikroba yang tersembunyi dalam puing benturan asteroid bisa tetap hidup setelah terlontar dari planet seperti Mars. Eksperimen menunjukkan beberapa bakteri tahan tekanan tinggi dan ini berdampak pada perlindungan planet.
Model Baru untuk Interior Uranus dan Neptunus
Ilmuwan Universitas Zurich mengembangkan model interior baru yang merombak pandangan terhadap Uranus dan Neptunus, mempertanyakan label "raksasa es" dan menjelaskan medan magnet tidak biasa. Mereka meminta misi khusus untuk jawaban lebih pasti.
Mikroba Menjajah Lava Baru di Fagradalsfjall
Peneliti mempelajari bagaimana mikroba memasuki aliran lava baru di Fagradalsfjall, Islandia, setelah tiga letusan antara 2021 dan 2023. Mereka mengambil sampel cepat, menganalisis DNA, dan menemukan perubahan sumber mikroba serta implikasi bagi Mars.