Tim peneliti dari lebih dari selusin lembaga menggunakan Chandra X-ray Observatory milik NASA untuk menganalisis data lebih dari 1.600 galaksi yang dikumpulkan selama lebih dari 20 tahun. Sampel galaksi ini bervariasi luas, dari yang massanya lebih dari sepuluh kali Bima Sakti hingga galaksi kerdil yang massanya kurang dari beberapa persen galaksi rumah kita. Hasil penelitian dipublikasikan di The Astrophysical Journal.
Analisis menunjukkan perbedaan tajam berdasarkan massa galaksi. Sekitar 30% galaksi kerdil yang diteliti kemungkinan mengandung lubang hitam supermasif, sedangkan lebih dari 90% galaksi masif serupa Bima Sakti mempunyai lubang hitam. Banyak galaksi masif menampilkan sumber sinar-X terang di pusatnya, indikasi bahwa materi memanas saat jatuh ke lubang hitam. Sebaliknya, galaksi yang massanya kurang dari 3 billion suns biasanya tidak menunjukkan sinyal sinar-X yang tegas; sebagai perbandingan, Bima Sakti memiliki massa sekitar 60 billion suns.
Para peneliti menilai dua penjelasan utama: jumlah lubang hitam pusat memang lebih sedikit pada galaksi kecil, atau lubang hitam tersebut ada tetapi sangat redup sehingga tidak terdeteksi. Mereka menemukan kedua faktor berperan. Lubang hitam yang lebih kecil diperkirakan menarik lebih sedikit gas sehingga lebih redup dalam sinar-X, namun redupnya saja tidak menjelaskan seluruh kekurangan sinyal. Kekurangan tambahan konsisten dengan skenario bahwa banyak galaksi bermassa rendah memang tidak memiliki lubang hitam pusat.
Kesimpulan ini mendukung gagasan bahwa beberapa lubang hitam terbesar mungkin terbentuk sudah besar, misalnya dari runtuhnya awan gas raksasa, daripada tumbuh hanya dari lubang hitam kecil hasil keruntuhan bintang. Uji lebih lanjut bisa datang dari misi Laser Interferometer Space Antenna yang direncanakan pada 2035, meskipun ketidakpastian pendanaan dapat memengaruhi tindak lanjut tersebut.
Kata-kata sulit
- galaksi kerdil — sistem bintang bermassa jauh lebih kecil
- lubang hitam — objek ruang yang memiliki gravitasi sangat kuatlubang hitam supermasif, lubang hitam pusat, lubang hitam tersebut, lubang hitam yang lebih kecil
- sinar-X — radiasi elektromagnetik energi tinggi yang terdeteksi
- redup — tidak terang; memiliki intensitas sangat rendahsangat redup
- konsisten — sesuai atau sejalan dengan bukti atau skenario
- pendanaan — penyediaan uang atau sumber daya untuk proyek
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika banyak galaksi bermassa rendah memang tidak memiliki lubang hitam pusat, bagaimana hal itu bisa mengubah pemahaman kita tentang pembentukan galaksi?
- Mengapa pengamatan sinar-X berguna untuk menemukan lubang hitam yang aktif? Jelaskan berdasarkan penjelasan dalam artikel.
- Bagaimana ketidakpastian pendanaan untuk misi seperti Laser Interferometer Space Antenna bisa memengaruhi penelitian lanjutan tentang lubang hitam?
Artikel terkait
Model Baru untuk Interior Uranus dan Neptunus
Ilmuwan Universitas Zurich mengembangkan model interior baru yang merombak pandangan terhadap Uranus dan Neptunus, mempertanyakan label "raksasa es" dan menjelaskan medan magnet tidak biasa. Mereka meminta misi khusus untuk jawaban lebih pasti.