Para peneliti Paolo Sossi dan Dan Bower menelaah kembali data tentang rasio isotop pada beragam meteorit, termasuk sampel dari Mars dan Vesta. Mereka menggunakan data dari sepuluh sistem isotop, sementara studi sebelumnya sebagian besar hanya pakai dua sistem.
Dengan data yang lebih luas itu, mereka menyimpulkan bahan pembentuk Bumi berasal sepenuhnya dari tata surya bagian dalam. Material dari tata surya bagian luar kemungkinan menyumbang kurang dari 2% massa Bumi atau mungkin nol sama sekali. Para peneliti juga menduga Jupiter bertindak sebagai penghalang sejak awal sehingga bahan luar sulit masuk.
Kata-kata sulit
- isotop — varian atom dengan jumlah neutron berbeda
- meteorit — benda batu atau logam dari luar angkasa
- sampel — potongan kecil untuk diuji atau diteliti
- menelaah — mempelajari atau memeriksa dengan teliti
- menyimpulkan — mengambil keputusan atau hasil dari data
- penghalang — sesuatu yang mencegah atau menghambat gerakan
- massa — jumlah materi dalam suatu benda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju bahwa Jupiter bisa menghalangi material luar masuk ke Bumi? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda sampel meteorit membantu peneliti memahami asal Bumi?
Artikel terkait
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Makanan di Kelas Membantu Anak Prasekolah Belajar
Penelitian dari North Carolina State University menemukan bahwa pembelajaran berbasis makanan membantu anak prasekolah memahami konsep ilmiah dan menambah kosa kata. Program melibatkan kegiatan dengan biji, resep sederhana, pelatihan guru, dan evaluasi kuantitatif serta kualitatif.