Sebuah studi baru yang muncul di Nature Human Behaviour memeriksa bagaimana representasi demografis di antara ilmuwan memengaruhi kepercayaan publik di seluruh Amerika Serikat. Penelitian ini dipimpin oleh James Druckman, profesor ilmu politik di University of Rochester, dan melibatkan kolaborator dari sembilan universitas dan lembaga penelitian.
Penulis meninjau pola kepercayaan lama dan menemukan bahwa beberapa kelompok melaporkan tingkat keyakinan yang lebih rendah terhadap ilmuwan: perempuan; orang kulit hitam; penduduk pedesaan; mereka yang mengidentifikasi diri sebagai religius; orang dengan tingkat pendidikan rendah; dan keluarga kelas pekerja. Mereka juga mencatat struktur tenaga kerja ilmiah: laki‑laki kulit putih membentuk sekitar dua pertiga tenaga kerja ilmiah, dan hampir semua ilmuwan—92%—berasal dari daerah non‑pedesaan.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak warga memakai petunjuk demografis saat menilai klaim ilmiah. Bila ilmuwan tampak demografisnya jauh, orang lebih cenderung meragukan objektivitas ilmu pengetahuan dan mempertanyakan apakah ilmu itu menguntungkan orang seperti mereka. Perempuan dan orang kulit berwarna lebih mengandalkan penilaian semacam ini; sebaliknya, laki‑laki dan orang kulit putih menunjukkan variasi yang lebih besar. Orang Asia‑Amerika, bagaimanapun, melaporkan kepercayaan tinggi tanpa tergantung pada representasi.
- Kerangka temuan menunjukkan bahwa representasi memengaruhi penerimaan rekomendasi ilmiah.
- Para penulis berargumen inklusivitas demografis dapat memperkuat kepercayaan publik.
- Mereka menyebut konteks tantangan seperti misinformasi, polarisasi politik, dan skeptisisme terhadap vaksin.
Menurut Druckman, "Ketika orang dapat melihat diri mereka dalam ilmu pengetahuan, mereka lebih cenderung mempercayainya." Para penulis menyarankan perbaikan representasi sebagai langkah penting untuk menjembatani kesenjangan antara harapan publik dan institusi ilmiah.
Kata-kata sulit
- representasi — cara kelompok sosial terlihat atau diwakili dalam suatu bidangrepresentasi demografis
- demografis — berkaitan dengan karakteristik penduduk seperti ras dan usia
- inklusivitas — kebijakan atau sikap yang memasukkan berbagai kelompok masyarakatinklusivitas demografis
- misinformasi — informasi salah yang sengaja atau tidak sengaja disebarkan
- polarisasi — pemisahan kuat antara kelompok yang berbeda pendapatpolarisasi politik
- skeptisisme — keraguan atau ketidakpercayaan terhadap suatu klaim atau saran
- objektivitas — sifat menilai berdasarkan bukti, bukan pendapat pribadi
- penerimaan — tindakan menerima atau menyetujui suatu saran atau anjuranpenerimaan rekomendasi ilmiah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda perbaikan representasi di lembaga ilmiah dapat mengubah kepercayaan kelompok yang merasa terpinggirkan? Jelaskan dengan contoh.
- Penulis menyebut misinformasi dan polarisasi politik sebagai tantangan. Bagaimana dua masalah ini bisa mengurangi kepercayaan publik terhadap ilmu pengetahuan?
- Langkah konkret apa yang bisa dilakukan universitas atau lembaga penelitian untuk meningkatkan inklusivitas demografis dalam tenaga ilmiah?
Artikel terkait
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.
Simulasi Pengalaman Hampir Mati dengan Realitas Virtual Kurangi Rasa Takut
Sebuah studi pilot menemukan bahwa satu sesi realitas virtual yang meniru pengalaman hampir mati menurunkan kecemasan terhadap kematian dan stres pada peserta. Penelitian itu melibatkan mahasiswa dan menggunakan survei sebelum dan sesudah sesi.