Sebuah studi baru di The Astrophysical Journal Letters oleh Eric Coughlin dari Syracuse University dan rekan menjelaskan proses saat sebuah bintang tersesat terlalu dekat dengan lubang hitam. Gravitasi lubang hitam meregangkan bintang hingga menjadi aliran puing panjang dan tipis. Karena efek dari Teori Relativitas Umum Einstein, aliran ini membungkus di sekitar lubang hitam dengan cara yang tidak dijelaskan oleh gravitasi Newton.
Bagian-bagian aliran dapat saling bertabrakan; tumbukan ini melepaskan banyak energi. Setelah tumbukan, materi perlahan berputar dan masuk ke lubang hitam lewat proses yang disebut akresi. Kedua proses itu menghasilkan radiasi sangat besar, sehingga suar TDE kadang lebih terang daripada seluruh galaksi (sekitar 1 triliun Matahari).
Simulasi resolusi tinggi oleh tim yang dipimpin Lucio Mayer di Universitas Zurich, termasuk penggunaan metode smoothed particle hydrodynamics dan persamaan Navier–Stokes dengan puluhan miliar partikel dan GPU, menunjukkan aliran sempit dan koheren. Hasil ini menjelaskan mengapa peristiwa TDE berbeda dari kasus ke kasus.
Kata-kata sulit
- gravitasi — gaya yang menarik objek satu sama lain
- aliran — gerakan materi yang membentuk lintasan panjang
- tumbukan — pertemuan keras antara dua bagian materi
- akresi — masuknya materi secara perlahan ke objek lain
- radiasi — energi yang dipancarkan berupa gelombang atau partikel
- simulasi — percobaan buatan untuk meniru peristiwa nyata
- koheren — teratur dan tersusun sehingga bergerak bersama
- puing — potongan sisa dari benda yang hancur
- relativitas umum — teori tentang gaya gravitasi dan ruang-waktu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, mengapa studi simulasi dengan banyak partikel penting untuk memahami TDE?
- Bagaimana radiasi besar dari TDE bisa mempengaruhi cara kita melihat galaksi?
- Mengapa hasil peristiwa TDE bisa berbeda-beda dari kasus ke kasus menurut teks?
Artikel terkait
Model Bahasa Mengubah Penilaian Berdasarkan Identitas Pengarang
Peneliti University of Zurich menemukan bahwa large language models mengubah penilaian teks ketika diberi tahu siapa pengarangnya. Tanpa sumber, model sering sepakat, tetapi menyebut pengarang memicu bias, termasuk bias anti-Cina.
Bonobo Dapat Berpura-pura dan Membayangkan Benda
Peneliti melaporkan kera besar bisa berimajinasi dan berpura-pura. Temuan dari tiga percobaan terkontrol dengan bonobo Kanzi, dipublikasikan di Science, menunjukkan kemampuan ini mungkin berasal dari leluhur bersama 6–9 juta tahun lalu.