Jam tangan pintar kini sangat populer untuk memantau aktivitas fisik, tidur, dan detak jantung. Namun, studi baru menunjukkan bahwa banyak angka kesehatan tersebut merupakan estimasi komputer, bukan pengukuran langsung dari tubuh.
Para peneliti dari University of Michigan membuat kerangka kerja baru untuk membantu pengguna. Tujuannya adalah agar pengguna bisa memahami cara kerja perangkat ini dan menginterpretasikan data dengan benar. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Sensors.
Menurut tim peneliti, pengguna tidak boleh percaya begitu saja pada setiap metrik. Pengukuran sederhana seperti detak jantung dan jumlah langkah biasanya lebih akurat. Sebaliknya, metrik kompleks seperti kalori atau tahapan tidur kurang bisa diandalkan karena memakai banyak asumsi.
Kata-kata sulit
- pantau — melihat dan memeriksa sesuatu secara teraturmemantau
- pengukuran — proses mencari tahu besarnya nilai sesuatu hal
- peneliti — orang yang mempelajari suatu hal secara ilmiah
- perangkat — alat elektronik yang memiliki fungsi khusus tertentu
- akurat — sangat tepat dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya
- asumsi — dugaan sementara yang dianggap sebagai hal benar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda sering memakai jam tangan pintar untuk berolahraga?
- Menurut Anda, mengapa orang suka memeriksa data kesehatan mereka sendiri?
Artikel terkait
Semprotan Berkabut Tanpa Jarum untuk Mengobati Infeksi Kebal Obat
Peneliti dari Universitas Missouri mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum yang mengantar antibiotik pilihan terakhir langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini diuji untuk mengatasi MRSA sambil mengurangi risiko kerusakan organ.
Tanda penuaan monosit terkait gejala suasana hati pada depresi
Penelitian menemukan penanda penuaan epigenetik pada monosit berkaitan dengan gejala suasana hati dan kognitif depresi, seperti kehilangan kesenangan dan perasaan putus asa, tetapi tidak terkait gejala fisik. Studi melibatkan wanita dengan dan tanpa HIV.