Hydroplaning adalah kehilangan daya cengkeram ban ketika air menumpuk antara ban dan permukaan jalan. Fenomena ini menjadi perhatian keselamatan karena, menurut Federal Highway Administration, jalan basah dan cuaca buruk terkait dengan sekitar 500.000 cedera dan 6.000 kematian setiap tahun. Karena itu, penelitian tentang penyebab dan pencegahan hydroplaning menjadi penting.
Para peneliti memadukan model komputer dengan simulasi langsung untuk menelaah gaya yang bekerja pada ban. Dalam uji lapangan, ban dipasang pada perangkat khusus yang memungkinkan tim mengubah kecepatan ban dan menambahkan air ke permukaan jalan. Sensor yang dipasang sepanjang lintasan merekam gaya saat ban melintasi permukaan yang jenuh air. Linbing Wang dari University of Georgia mengatakan bahwa isu ini sangat penting bagi keselamatan.
Temuan utama menunjukkan bahwa baik kecepatan kendaraan maupun ketebalan lapisan air memengaruhi kemungkinan hydroplaning. Pada awalnya peningkatan kedalaman air menaikkan risiko, namun ketika kedalaman mencapai sekitar 10 millimeter risiko mulai menurun; para peneliti menduga lapisan tipis air lebih sulit ditembus sehingga kontak ban dengan jalan berkurang. Untuk kedalaman yang lebih besar, risiko paling tinggi terjadi saat ban pertama kali menyentuh permukaan basah sebelum ban sempat memencarkan air. Seiring ban mendorong air menjauh, risiko menurun.
Penelitian juga menunjukkan beberapa faktor lain yang memengaruhi risiko:
- Pola tapak ban
- Tekanan ban
- Tekstur permukaan jalan dan drainase
Untuk pencegahan, saran sederhana termasuk mengemudi lebih lambat saat hujan dan mengganti ban yang aus. Perubahan pada perkerasan dan infrastruktur, seperti lapisan permukaan tipis yang memungkinkan air mengalir melalui aspal seperti yang digunakan di Georgia, juga dapat mengurangi genangan. Wang menekankan bahwa kecepatan adalah faktor yang bisa dikendalikan pengemudi, sehingga faktor manusia tetap penting untuk keselamatan. Studi ini dimuat di Applied Sciences dan sumber penelitian berasal dari University of Georgia.
Kata-kata sulit
- hydroplaning — kehilangan cengkeram ban karena air di antara ban dan jalan
- daya cengkeram — kemampuan ban untuk mencengkeram permukaan jalan
- menelaah — mempelajari atau menganalisis sesuatu dengan teliti
- kedalaman — jarak atau tebal lapisan air dari permukaan
- genangan — kumpulan air yang menumpuk di permukaan jalan
- drainase — sistem atau cara mengalirkan air dari jalan
- pola tapak ban — desain garis pada permukaan ban untuk mengalirkan air
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana Anda menilai peran pengemudi dibandingkan perubahan infrastruktur dalam mencegah hydroplaning? Berikan alasan.
- Langkah praktis apa yang bisa pengemudi lakukan sehari-hari untuk mengurangi risiko hydroplaning?
- Teks menyebut lapisan permukaan yang memungkinkan air mengalir melalui aspal. Apa keuntungan dan kendala memasang permukaan seperti itu di wilayah Anda?
Artikel terkait
Kota Asia Atasi Kemacetan dengan Transportasi Bersih
Kemacetan di banyak kota Asia menaikkan polusi dan merugikan ekonomi. Beberapa kota, seperti New Delhi, Bangkok, Filipina, dan Jakarta, memperluas metro, menambah bus listrik, dan menerapkan kebijakan parkir untuk mengurangi lalu lintas.
Bagaimana Partikel Memperkuat Karet
Tim peneliti di University of South Florida menemukan mekanisme yang menjelaskan mengapa partikel mikroskopis menguatkan karet. Mereka memakai simulasi molekuler dan menemukan peran ketidaksesuaian rasio Poisson pada carbon black dalam membuat karet lebih kaku.
Georgia Tech kembangkan cara cepat untuk mengajari robot berjalan
Peneliti Georgia Tech membuat metode lebih cepat dan murah untuk melatih robot humanoid berjalan di permukaan tidak rata. Mereka melatih dua agen sekaligus dan berhasil menerapkan pengendali pada robot nyata di laboratorium.
Isyarat Tangan Pesepeda Sulit Dipahami Pengemudi
Penelitian dari Rice University menunjukkan pengemudi sangat mengandalkan isyarat lengan pesepeda, tetapi beberapa gerakan sulit dipahami. Studi menyoroti penurunan akurasi saat pengemudi terganggu dan menyarankan pendidikan serta isyarat yang lebih jelas.