- Pemanis buatan banyak dipakai dalam makanan.
- Orang memakai pemanis untuk mengurangi gula.
- Peneliti dari Tufts meneliti efeknya.
- Uji klinis menemukan insulin puasa naik.
- HbA1c juga teramati meningkat.
- Pemanis bisa mengubah mikrobiota usus.
- Beberapa studi mengaitkan pemanis dengan risiko penyakit.
- Para ahli menyarankan berhati-hati memakai pemanis.
Kata-kata sulit
- pemanis buatan — zat pengganti gula yang dibuat secara industri
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- uji klinis — percobaan pada orang untuk memeriksa obat
- mikrobiota — kumpulan mikroorganisme dalam saluran pencernaan
- risiko — kemungkinan terjadi masalah atau penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah memakai pemanis buatan?
- Apakah kamu suka makanan atau minuman dengan pemanis buatan?
- Apakah kamu akan berhati-hati memakai pemanis?
Artikel terkait
Cara Pakai Kanabis dan Risiko Binge Drinking pada Siswa Kelas 12
Studi dari University at Buffalo menemukan siswa kelas 12 yang memakai dua atau lebih produk kanabis berisiko lebih tinggi melakukan binge drinking baru-baru ini. Merokok, vaping, dan dabbing terkait; edibles tidak terkait.
Wabah Kolera Meluas di Semua Negara Bagian Sudan
Wabah kolera yang mulai pada Juli 2024 telah menyebar ke 133 wilayah di semua 18 negara bagian Sudan dengan lebih dari 105,000 kasus dan lebih dari 2,600 kematian. Musim hujan dan perpindahan penduduk memperburuk situasi dan dana darurat dibutuhkan.
Semprotan Berkabut Tanpa Jarum untuk Mengobati Infeksi Kebal Obat
Peneliti dari Universitas Missouri mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum yang mengantar antibiotik pilihan terakhir langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini diuji untuk mengatasi MRSA sambil mengurangi risiko kerusakan organ.
Kesenjangan Pengetahuan dan Vaksinasi Campak di Departemen Gawat Darurat
Studi UC Riverside menemukan kesenjangan pengetahuan dan cakupan vaksin MMR di pasien yang datang ke departemen gawat darurat. Data dari April–Desember 2024 menunjukkan banyak pasien tidak yakin status vaksinasi dan ada disparitas akses.