Tim yang dipimpin sebagian oleh Charlotte Debras dan Adrian Jaeggi dari Institute of Evolutionary Medicine di University of Zurich menyelenggarakan turnamen sepak bola bersama masyarakat Tsimane di Bolivia. Para peneliti memilih kelompok ini karena pola hidup mereka dapat memengaruhi hormon dan ikatan sosial sangat penting dalam komunitas tersebut.
Untuk mengukur oksitosin, tim mengumpulkan sampel urin pemain sebelum dan setelah pertandingan. Data menunjukkan kadar oksitosin meningkat paling kuat setelah pertandingan melawan pesaing yang sudah dikenal, sedangkan kenaikan lebih kecil ketika lawan berasal dari komunitas lain; namun kenaikan kembali terlihat saat melawan orang non-Tsimane. Pola ini menunjukkan oksitosin merespons ketajaman lawan, baik pesaing akrab maupun kelompok luar yang jelas terdefinisi.
Satu temuan penting adalah perbedaan menurut jenis kelamin: pria menunjukkan perubahan sekitar pertandingan, tetapi wanita tidak. Para peneliti mengajukan beberapa kemungkinan alasan dan mencatat batasan utama studi, yaitu tidak bisa menentukan apakah peningkatan oksitosin mendorong kohesi tim atau kompetisi terhadap kelompok lawan. Penelitian ini diterbitkan di Proceedings of the Royal Society B.
Kata-kata sulit
- memengaruhi — memberi pengaruh atau mengubah sesuatu
- ikatan sosial — hubungan dekat antar anggota kelompok
- sampel urin — bagian kecil cairan tubuh untuk diuji
- oksitosin — hormon yang terkait dengan ikatan sosial
- pesaing — orang atau kelompok yang bersaing
- kohesi — kekuatan yang menjaga persatuan kelompok
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa ikatan sosial mungkin penting bagi komunitas Tsimane menurut artikel ini?
- Bagaimana menurut Anda pertandingan sepak bola bisa memengaruhi hubungan antar kelompok atau individu?
- Studi ini tidak bisa menentukan apakah oksitosin mendorong kohesi tim atau kompetisi. Mengapa hal itu sulit dibuktikan, menurut artikel?
Artikel terkait
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.