Studi dari Tulane University yang dipublikasikan di Journal of Cell Biology meneliti bagaimana sel poliploid—sel yang memiliki set kromosom tambahan—mengubah perilaku mereka. Peneliti memakai lalat buah dan sel kanker paru-paru manusia untuk percobaan dan menemukan bahwa sel poliploid memproduksi jumlah besar protein, yang kemudian mengaktifkan respons stres seluler.
Respons stres ini membuat sel menjadi lebih motil dan cenderung menelan sel tetangga. Peneliti mengidentifikasi jalur stres yang melibatkan enzim JNK. Ketika JNK dihambat pada lalat buah dan pada sel poliploid manusia, kemampuan sel untuk bermigrasi menurun, sehingga jalur ini tampak penting untuk invasi jaringan.
Wu-Min Deng, penulis korespondensi, menyatakan bahwa temuan ini penting bagi biologi kanker karena sel poliploid sering terkumpul dalam tumor agresif dan resisten terhadap terapi. Penelitian juga menunjukkan peningkatan spesies oksigen reaktif dan aktivasi JNK sebagai kemungkinan dasar peningkatan motilitas sel poliploid.
Kata-kata sulit
- poliploid — sel yang memiliki set kromosom tambahan
- kromosom — struktur di sel yang membawa informasi genetik
- respons stres seluler — reaksi sel terhadap kondisi yang merugikan
- motil — mampu bergerak atau berpindah tempat
- menelan — memasukkan sel lain ke dalam sel
- hambat — mencegah atau mengurangi aktivitas suatu prosesdihambat
- bermigrasi — pindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain
- invasi — masuk dan menyebar ke jaringan tubuh lain
- enzim — protein yang mempercepat reaksi kimia dalam sel
- spesies oksigen reaktif — molekul oksigen yang dapat merusak sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda peningkatan motilitas sel poliploid dapat mempengaruhi penyebaran tumor? Jelaskan singkat.
- Apakah menargetkan jalur JNK menurut Anda bisa membantu terapi kanker? Berikan alasan singkat.
- Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan model lalat buah dan sel manusia dalam penelitian seperti ini?
Artikel terkait
Varian Gen Tingkatkan Risiko Gagal Jantung pada Anak dengan Miokarditis
Studi menemukan varian genetik lebih sering pada anak yang mengembangkan kardiomiopati dilatasi setelah miokarditis dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung pemeriksaan genetik dan tindakan klinis pada anak dengan miokarditis dan gagal jantung.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Orang dengan Disabilitas di Perkotaan Saat Pandemi
Selama pandemi COVID-19, orang dengan disabilitas di daerah perkotaan miskin di Kenya dan Nigeria menghadapi masalah besar: layanan kesehatan berkurang, biaya naik, dan banyak kehilangan penghasilan. Peneliti dan advokat minta layanan lebih dekat dan lebih dapat diakses.