Peneliti dari sebuah universitas menggunakan lalat buah dan sel kanker paru-paru manusia untuk mempelajari sel poliploid. Sel poliploid memiliki set kromosom tambahan dan memproduksi lebih banyak protein daripada sel biasa.
Peningkatan protein itu memicu respons stres dalam sel. Sel poliploid yang mengalami stres menjadi lebih bergerak dan lebih mungkin menelan sel tetangga. Tim peneliti juga melihat bahwa menghambat enzim JNK pada sel poliploid mengurangi kemampuan sel untuk bermigrasi melalui jaringan.
Kata-kata sulit
- poliploid — sel dengan set kromosom tambahan
- kromosom — struktur di dalam sel yang membawa gen
- protein — molekul penting untuk fungsi sel
- stres — reaksi sel terhadap kondisi sulit
- menghambat — mencegah atau mengurangi kerja sesuatu
- enzim — protein yang mengubah reaksi kimia
- bermigrasi — bergerak atau berpindah dari satu tempat
- menelan — memasukkan sesuatu ke dalam sel atau tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu sel yang mengalami stres menjadi lebih bergerak?
- Apa pendapatmu tentang menggunakan lalat buah dan sel manusia dalam penelitian?
- Apa akibatnya jika sel lebih sering menelan sel tetangga?
Artikel terkait
Rambut sebagai catatan paparan bahan kimia
Penelitian dari University of Texas at Austin menunjukkan rambut dapat merekam paparan bahan kimia selama hari, minggu, dan bulan. Metode pemanasan helai rambut dan spektrometer massa membantu merekonstruksi garis waktu paparan yang darah atau urin tidak tangkap.
Kemoterapi Memicu Kekebalan lewat Peniruan Virus
Penelitian menemukan beberapa obat kemoterapi, termasuk Compound 1, membuat sel kanker menunjukkan tanda-tanda seperti infeksi virus sehingga mengaktifkan sistem kekebalan. Temuan ini membuka kemungkinan dosis obat lebih rendah dan kombinasi dengan imunoterapi.
Kesenjangan Pengetahuan dan Vaksinasi Campak di Departemen Gawat Darurat
Studi UC Riverside menemukan kesenjangan pengetahuan dan cakupan vaksin MMR di pasien yang datang ke departemen gawat darurat. Data dari April–Desember 2024 menunjukkan banyak pasien tidak yakin status vaksinasi dan ada disparitas akses.