Fiume o morte!: D'Annunzio dan pendudukan RijekaCEFR A1
13 Apr 2026
Diadaptasi dari Metamorphosis Foundation, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Marjan Blan, Unsplash
- Film ini bercerita tentang D'Annunzio.
- Ia memimpin pendudukan di Rijeka.
- Peristiwa itu terjadi pada 1919.
- Film dibuat dari foto dan rekaman lama.
- Banyak orang non-profesional ikut berperan.
- Film menunjukkan ritual dan pertunjukan publik.
- Ada kekerasan saat pendudukan berlangsung.
- Film itu menang banyak penghargaan pada 2025.
- Film dipilih oleh Kroasia untuk Oscar.
Kata-kata sulit
- pendudukan — ambil alih suatu wilayah oleh pasukan
- memimpin — menyuruh dan mengatur orang lain
- peristiwa — sesuatu yang terjadi pada waktu tertentu
- rekaman — suara atau gambar yang disimpan dari masa lalu
- kekerasan — perbuatan menyakiti orang lain secara fisik
- penghargaan — hadiah atau tanda pujian untuk karya baik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka film yang menggunakan foto lama?
- Pernahkah kamu menonton film tentang peristiwa sejarah?
- Apa pendapatmu tentang aktor non-profesional dalam film?
Artikel terkait
Seniman Sahel: Ketahanan dan Kreativitas di Mali, Niger, Burkina Faso
Sebuah film dokumenter oleh Joël Hevi menampilkan para seniman dan pelaku usaha budaya di Mali, Niger, dan Burkina Faso. Film itu menunjukkan kreativitas, ketahanan, dan peran budaya untuk membangun komunitas meski ada risiko keamanan.
Residu dupa di Pompeii mengungkap bahan lokal dan impor
Analisis residu dari pembakar dupa di Pompeii dan vila dekatnya menemukan tumbuhan lokal, getah pohon yang diduga impor dari kawasan tropis, dan produk anggur yang dipakai dalam ritual. Studi ini memakai teknik laboratorium modern dan ditampilkan di pameran permanen taman arkeologi.
Homebound: Persahabatan dan Diskriminasi di India
Homebound adalah film India karya Neeraj Ghaywan yang mengamati persahabatan, marginalisasi, dan batas modernitas. Berdasarkan laporan The New York Times (2020), film menempatkan pandemi sebagai latar dan menampilkan konflik kasta, agama, dan kelas.