Analisis Copernicus dan WMO menunjukkan dunia mendekati ambang 1.5 derajat Celsius dibanding masa pra‑industri. Copernicus melaporkan suhu rata‑rata permukaan udara 2025 sebesar 1.47 derajat di atas pra‑industri, sedangkan 2024 tercatat lebih tinggi lagi pada 1.6 derajat.
WMO merilis analisis dari delapan set data dan menempatkan rata‑rata 2025 pada 1.44 derajat di atas periode 1850–1900, dengan margin ketidakpastian 0.13 derajat. Copernicus menggunakan pengamatan masa lalu, data satelit, dan model komputer; dataset lain bergantung pada stasiun cuaca, kapal, dan pelampung.
Pejabat WMO mencatat 2025 dimulai dan diakhiri dengan La Niña tetapi tetap termasuk tahun terpanas karena akumulasi gas rumah kaca. Para peneliti dan aktivis meminta tindakan cepat di luar bahan bakar fosil dan rencana yang lebih kuat untuk kerugian dan kerusakan.
Kata-kata sulit
- analisis — pemeriksaan data untuk memahami suatu masalah
- ambang — nilai batas yang menandai perubahan penting
- pra-industri — masa sebelum perkembangan industri modernpra‑industri
- margin ketidakpastian — rentang yang menunjukkan ketidakpastian angka
- pengamatan — proses melihat atau mencatat kejadian
- akumulasi — penumpukan sesuatu secara bertahap
- gas rumah kaca — gas yang menyebabkan pemanasan atmosfer
- kerugian dan kerusakan — dampak buruk pada orang atau harta benda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda penggunaan beberapa set data (satelit, stasiun, kapal) membantu memahami perubahan iklim?
- Apa tindakan yang menurut Anda penting untuk mengurangi akumulasi gas rumah kaca di negara Anda?
Artikel terkait
Ilmuwan Memantau El Niño dan Dampaknya pada Musim Badai Atlantik
Para ilmuwan mengamati tanda-tanda El Niño yang bisa mengubah pola cuaca global dan memengaruhi musim badai Atlantik. Proyeksi menunjukkan kemungkinan meningkatnya El Niño tahun ini, dan dampak akhir tergantung pada waktu kemunculan serta suhu laut.